Kamis, 26 Agustus 2010 22:31 WIB Sragen Share :

Kejari kesulitan panggil saksi

Sragen (Espos)--Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen mengaku kesulitan memanggil para pedagang yang memanfaatkan fasilitas pinjaman Perusahaan Daerah Pelopor Alam Lestari (PD PAL) sebagai saksi atas dugaan penyalahgunaan wewenang pimpinan PD PAL dan dugaan penyelewengan APBD.

Kepala Kejari (Kajari) Sri Sektiyanti SH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Heru Mayawan SH saat ditemui Espos, Kamis (26/8), menerangkan, beberapa kali Kejari memanggil pada pedagang tersebut untuk dimintai keterangan sebagai saksi sering gagal, karena mereka tidak hadir pemanggilan tanpa ada keterangan.

Selama ini, Kejari baru memeriksa sebanyak tiga orang lebih saksi, baik dari pihak pedagang/petani maupun dari perosnel manajemen PD PAL lama.

“Surat pemanggilan disampaikan ke Kantor PD PAL, karena kami tidak mengetahui alamat masing-masing. Karena fasilitas pinjaman ini diberikan PD PAL, maka PD PAL yang mengetahui alamat masing-masing pedagang. Karena sering tidak hadir, maka kami meminta PD PAL untuk memberikan daftar alamat para pedagang/petani atau mitra dagang yang berkaitan dengan dugaan penyelewengan APBD,” tukas Heru.

trh

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…