Kamis, 26 Agustus 2010 17:16 WIB Sukoharjo Share :

Jagal Kartasura, keluarga Suhardi siap tes DNA

Sukoharjo (Espos)–Penemuan dua kerangka manusia yang diakui sebagai korban oleh si Jagal Kartasura, Yulianto, Kamis (26/8), memacing reaksi dari keluarga yang merasa anggota keluarganya hilang. Mereka siap mengikuti pemeriksaan untuk memastikan identitas kerangka manusia itu.

Seperti yang dikatakan oleh Sri Yuliati, 37, warga Topesan RT 4/RW I, Gumpang, Kartasura, Kamis (26/8) kepada Espos. Wanita yang mengaku kehilangan kakak kandungnya bernama Suhardi pada sekitar Januari 2007 lalu itu, berharap identitas temuan kerangka manusia segera diungkap oleh polisi.

Sejauh ini, dia mengaku belum pernah melaporkan hilangnya Suhardi ke polisi. Namun, dia bersedia mengikuti pemeriksaan guna mencocokkan kebenaran dugaan identitas kerangka itu dengan Suhardi. “Saya siap di tes DNA dan jika harus laporan kehilangan dulu juga tidak apa-apa,” akunya.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo, AKBP Suharyono belum mengatakan kejelasan identitas temuan kerangka manusia itu. Melalui pesan singkat, Suharyono, mengatakan pihaknya sedang melakukan perjalanan ke puncak Gunung Merapi yang ditengarai sebagai tempat kejadian perkara (TKP) seperti yang diakui sebagai salah satu tempat dikuburkannya korban oleh tersangka. “Saya di puncak Merapi. Jalan kaki naik gunung, tiga jam belum sampai TKP,” jawabnya melalui pesan singkat.

Seperti diketahui, Jagal Kartasura mengakui adanya dua korban susulan yang dikuburnya di Gua Cermai, Bantul, Jogja dan kawasan Gunung Merapi, Boyolali.

m85

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…