Kamis, 26 Agustus 2010 09:05 WIB News Share :

Isu Plagiarisme, Sekum Muhammadiyah akui lalai

Jakarta–Sekretaris Umum Pengurus Pusat (Sekum PP) Muhammadiyah Dr Agung Danarto telah menyelesaikan permasalahan plagiarisme yang ditudingkan padanya.
Ia menjelaskan, saat menulis artikel untuk koran Kedaulatan Rakyat (KR), dia tak mengetahui pemilik tulisan yang disadurnya. Agung menyebut insiden tersebut sebagai kelalaian.

“Saya tidak tahu kalau itu tulisan Mas Robby. Sama seperti tulisan pengajian dan khotbah Jumat yang banyak dibagikan kepada masyarakat, tidak ada sumber penulisnya. Saya anggap itu kelalaian,” kata Agung, Kamis (26/8).

Tulisan berjudul ‘Puasa Ramadan’ yang ditulis Agung di Harian Kedaulatan Rakyat, Kamis (19/8) hampir seluruhnya menjiplak tulisan berjudul ‘Puasa Ramadlan dan Makna Penting Kejujuran’ karya Robby yang dimuat di majalah Suara Muhammadiyah, 15 September 2007, halaman 30-31.

Agung mengatakan, penyelesaian dilakukan dengan mengirimkan jawaban atas surat keberatan yang dilayangkan Robby ke Kedaulatan Rakyat.

“Kesepakatan penyelesaiannya dengan menanggapi surat pembaca Mas Robby, hari ini
sudah dimuat di KR,” papar Agung.

Ia optimistis dengan upaya damai yang dilakukan dengan koleganya tersebut. “Lha wong kita temen dengan Mas Robby, masa dianggap belum selesai?” katanya.

Secara keorganisasian, ujar Agung, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan kasus yang menimpanya tersebut. Meski demikian, ia mengaku ada beberapa pengurus organisasi yang turut membantu menyelesaikan permasalahan plagiasi.

“Secara informal, mereka (pengurus) ada yang ikut membantu menyelesaikan,” jelas Agung.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…