Kamis, 26 Agustus 2010 19:32 WIB News Share :

FPD sangkal tudingan akan manfaatkan PPATK & KPK

Jakarta--Fraksi Partai Demokrat (FDP) membantah tudingan kalau RUU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) akan dimanfaatkan pemerintah untuk menguasai PPATK dan KPK.

Demokrat menegaskan, tujuan mereka mendukung penguatan lembaga itu agar pemberantasan korupsi bisa maksimal.

“Itu mungkin saja kritik untuk membangun, tapi bagi fraksi tidak ada melaksanakan itu (PPATK dan KPK) sebagai alat. Penyusunan UU itu bertahap dan berproses,” kata Ketua FPD Jafar Hafsah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/8).

Dia menjelaskan, penyusunan RUU itu dilakukan secara profesional melalui studi dan masukan seluruh elemen.

“Jadi tidak benar kalau kita masukkan ayat-ayat yang tidak halal,” terangnya.

Dia juga menegaskan, sikap anggota PD di tim perumus TPPU, yakni konsisten bahwa hasil analisis PPATK bisa disampaikan kepada lembaga penegak hukum yang membutuhkan di lapangan.

“Hasil analisis tidak terpatok untuk diberikan kepada kepolisian saja. Maka itu kita ingin agar kewenangan PPATK ditambah,” tutupnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…