Kamis, 26 Agustus 2010 13:16 WIB Solo Share :

Diusulkan, program padat karya bagi PGOT

Solo (Espos)–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengusulkan program padat karya bagi kalangan pengamen, gelandangan dan orang-orang terlantar (PGOT) yang terjaring dalam berbagai razia di Kota Solo.

Program itu diharapkan dapat diikuti PGOT yang masih berusia produktif. “Usulan tersebut akan kami sampaikan kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dengan harapan dapat menjadi salah satu solusi penanganan terhadap maraknya PGOT, khususnya yang ada di Kota Solo ini,” ujar Kepala Satpol PP Kota Solo, Hasta Gunawan, ketika ditemui wartawan di Balaikota Solo, Kamis (26/8).

Program padat karya yang diusulkan tersebut, diterangkan Hasta, diharapkan dapat berupa pelatihan-pelatihan dan pembekalan keterampilan kepada para PGOT usia produktif dan sehat jasmani dan rohaninya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinsosnakertrans Kota Solo, Singgih Yudoko mengatakan program padat karya bagi kalangan PGOT tersebut hingga saat ini masih sebatas wacana. Namun pihaknya menyambut positif hal itu dan kemungkinan akan dimasukkan dalam anggaran sepanjang program itu dapat dijalankan. “Memang sudah diwacanakan, namun belum akan dimasukkan dalam rencana anggaran tahun ini. Mungkin tahun depan (2011-red),” kata Singgih.

sry

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…