Kamis, 26 Agustus 2010 20:47 WIB News Share :

Din minta SBY tak salahkan anak buah soal Malaysia

Jakarta--Presiden SBY diminta tidak menyalahkan menterinya yang saat ini terus berupaya menyelesaikan permasalahan Indonesia-Malaysia. Sebagai pemimpin, sudah seharusnya SBY yang proaktif.

“Mohon maaf, ini bukan sebuah kepemimpinan yang baik. Untuk kasus yang terkini, ini tanggung jawab pada presiden dan seyogyanya beliau jangan menyalahkan pembantunya,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin usai menghadiri dialog nasional bangsa di Gedung Nusantara V DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (26/8).

Din mengaku prihatin jika pendekatan yang digunakan SBY untuk menyelesaikan masalah seperti ini, dengan menyalahkan anak buahnya. Apalagi sampai berdalih sudah memerintahkan pada bawahannya. Itu sangat tidak layak dilontarkan seorang pemimpin.

“Dengan berdalih sudah memerintahkan, sebagai top leader juga tidak mengambil langkah-langkah,” ujarnya.

Sepengetahuan Din, biasanya SBY adalah orang yang selalu responsif terhadap isu-isu kecil. Tapi untuk masalah yang menyangkut kedaulatan ini, di mata Din, SBY cenderung pasif.

“Tapi mengapa pada masalah strategis seperti ini beliau tidak mengadakan konferensi pers, diam saja. Apalagi menyangkut kedaulatan dan harga diri bangsa. Kemudian ketika ada langkah- langkah yang diambil pembantunya, kemudian menyalahkan,” keluhnya.

Din lebih lanjut menjelaskan, jika memang SBY tidak bisa berbuat apa-apa, sebaiknya biarkan anak buahnya bekerja dan jangan malah memprotes. Sebab terkadang sebagai bawahan, mereka hanya bisa bekerja setelah mendapat instruksi dari pimpinan teratas yaitu presiden.

“Saya tenggarai apa yang dilakukan menteri sikap yang dipaksa menunggu bagaimana sikap Presiden karena juga berada dalam psikologi. Karena kita membudayakan kepemimpinan yang hanya menunggu tidak bisa bertindak,” tutup Din dengan dengan nada kecewa.

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ngutang

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (18/7/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia dan Analis Ekonomi BNI Securities Jakarta Barat. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Banyak kawan yang bertanya kepada saya, mengapa pemerintah memperlebar…