Kamis, 26 Agustus 2010 12:23 WIB Internasional Share :

53 Orang tewas dalam belasan bom bunuh diri di Irak

Baghdad–Lebih dari selusin bom mobil yang diduga dilakukan oleh milisi Al Qaeda diledakkan di Irak menewaskan sedikitinya 53 orang. Serangkaian ledakan ini terjadi justru beberapa hari sebelum berakhirnya misi militer Amerika Serikat (AS) di Irak.

Ledakan dimulai di ibukota Irak, Baghdad, dan dilanjutkan ke arah utara dan selatan negara itu. Ledakan tersebut terjadi di 10 kota di Irak secara berurutan. Selain menewaskan 53 orang, sekitar 250 orang juga terluka. Pejabat keamanan Irak mengatakan, dari total 14 bom mobil yang diledakkan rata-rata ditujukan kepada polisi dan tentara.

Serangan paling mematikan terjadi di kantor imigrasi di Kota Kut, tenggara Baghdad. Sedikitnya 20 orang tewas, termasuk 15 polisi dan melukai 90 lainnya. Demikian ujar juru bicara militer Irak, Letnan Ali Hussein kepada AFP, Kamis (26/8).

Di Baghdad, seorang pembom bunuh diri meledakkan kendaraannya di sebuah kantor polisi di pinggiran timur laut Qahira, menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sementara serangan di lingkungan penduduk Sunni-Syiah berlangsung sekitar pukul 8 pagi waktu setempat. “Para korban termasuk polisi dan warga sipil,” kata salah seorang pejabat Departemen Dalam Negeri Irak.

Seorang dokter di Rumah Sakit Medical City mengatakan mereka telah menerima mayat dua wanita, dua anak dan dua perwira polisi, dan 44 orang lain yang mengalami luka-luka.

Perdana Menteri Nuri al-Maliki menuding Al Qaeda dan sisa-sisa Partai Baath berada di balik serangan yang dimaksudkan untuk menggoyang sektor keamanan di Irak.

“Mereka (pasukan keamanan) siap untuk mengambil tanggung jawab setelah Amerika Serikat ditarik pada akhir Agustus,” kata Maliki dalam sebuah pernyataan.

Tentara AS mengumumkan pada hari Selasa (24/8) sekitar 50.000 pasukan akan ditarik sejalan dengan arahan Presiden Barack Obama. Ini adalah bagian dari program penarikan setelah tujuh tahun lalu invasi yang dipimpin oleh AS menggulingkan Saddam Hussein.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…