Rabu, 25 Agustus 2010 15:29 WIB Boyolali Share :

Tim gabungan temukan 15 kg ayam goreng busuk

Boyolali (Espos) — Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), Satpol PP, Kantor Ketahanan Pangan menemukan 15 kg ayam goreng busuk yang masih diperjualbelikan di Pasar Cepogo, Rabu (25/8).

Penemuan itu dilakukan dalam razia makanan dan minuman yang digelar Pemkab Boyolali menjelang lebaran. Namun, dalam razia itu pedagang langsung kabur saat tim gabungan melakukan razia. Kepala Dinkes Boyolali dr Yulianto Prabowo melalui Kasi Farmasi makanan minuman (Farmamin) dan Obat Asli Indonesia (OAI) dr Eko Widatik mengatakan ayam goreng busuk yang ditemukan itu berasal dari satu orang pedagang yang berada di sekitar Pasar Cepogo.

“Disinyalir hanya ada satu pedagang yang menjualnya. Tahun lalu juga hanya satu pedagang itu yang berani menjual ayam goreng seperti itu,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu.

Ditambahkan Eko, saat ditemukan tim, ayam goreng itu berwarna kuning. Diduga, pemberian warna kuning itu dilakukan dengan menggunakan zat pewarna berbahaya.

“Tim mengecek kondisi ayam gorengnya, ternyata daging ayam itu sudah berwarna kehitaman. Diduga, ayam itu berasal dari ayam mati sebelum disembelih,” papar dia.  Ia menambahkan setelah ditemukannya ayam goreng busuk itu, pihaknya langsung melakukan pemusnahan.

fid

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…