Rabu, 25 Agustus 2010 16:00 WIB News Share :

Tifatul
Pengamat politik zaman sekarang 'lebay'

Jakarta–Menkominfo Tifatul Sembiring membantah jika dalam waktu dekat bakal ada pergantian menteri di kabinet atau reshuffle. Beberapa pengamat yang memprediksi hal itu dinilai berlebihan alias lebay.

“Beberapa pengamat memang agak berlebihan dalam menilai, ada yang bilang Presiden curhat lah, mengeluh lah. Ini agak berlebihan, istilah anak muda sekarang, komentarnya ‘lebay’ (berlebihan). Sebenarnya, wajar saja seorang Presiden memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran kabinetnya agar memiliki satu orientasi yang sama,” ujar Tifatul lewat rilis kepada detikcom, Rabu (25/8).

Menurut politisi PKS ini, Presiden SBY tidak pernah menyalahkan jajaran menteri di kabinetnya. Yang dilakukan presiden adalah mengingatkan terkait beberapa kebijakan yang sudah dilakukan.

“Presiden minta agar para menteri menyampaikan langkah-langkah dan kebijakan masing-masing kementerian kepada publik, agar publik tidak salah paham. Dan kalau ada kesalahpahaman jangan lambat dan minta segera dinetralisir, agar tidak berkembang analisa-analisa yang menyimpang akibat perbedaan cara pandang akibat kurangnya informasi,” papar Tifatul.

Persoalan ini diingatkan Presiden pada Rapat Kabinet Senin 23 Agustus lalu. Pada kesempatan itu pula Presiden mengingatkan agar selalu menjaga sinkronisasi antara satu menteri dengan menteri yang lain.

“Untuk itu koordinasi antar menteri lebih diintensifkan lagi”, tambah Tifatul mengutip pesan Presiden tersebut.

Tifatul menambahkan, dalam beberapa kesempatan di rapat Kabinet, SBY mengingatkan agar tidak seluruh masalah harus dijawab langsung oleh Presiden.

SBY meminta agar para menteri mengoptimalkan keberadaan humas di setiap Kementerian untuk menginformasikan kepada publik terkait isu seputar kementerian yang menjadi sorotan di masyarakat.

Menurut Tifatul, tidak ada sama sekali presiden menyinggung soal reshuffle kabinet dan pernyataan ini dinilai sangat spekulatif.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…