Rabu, 25 Agustus 2010 14:28 WIB News Share :

SMS penculikan anak resahkan warga Pasuruan

Pasuruan–Isu penculikan anak kembali beredar di Pasuruan, Jawa Timur. Kali ini kabar penculikan terhadap anak-anak beredar melalui SMS. Yang lebih meresahkan warga, SMS tersebut dikirim atas nama aparat kepolisian.

Dini Dwi Lestari ,26, warga Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, mengaku mendapat SMS yang memperingatkan agar berhati-hati dengan mobil APV Silver bernopol L 1857 GU. Menurut SMS tersebut, sasaran penculik yang menggunakan mobil tersebut adalah anak-anak. “Katanya akan diambil orang tubuhnya,” kata wanita single parent sambil menunjukan SMS, Rabu (25/8).

Karena kabar itu, lanjutnya, ia tidak berani lagi menitipkan anak perempuannya yang berusia 3 tahun kepada tetangganya. “Kadang orang kan ada lengahnya,” ujarnya.

Ketakutan yang dialami Dini juga dialami Sholeh ,26, warga Kejapanan, Kecamatan Gempol. Pria yang pemilik usaha bengkel ini mengaku sangat takut dengan isu tersebut. “Apalagi anak saya masih TK,” tuturnya saat berbincang dengan wartawan.

Selain di Kecamatan Wonorejo dan Gempol, isu penculikan itu juag menyebar dan meresakan warga Kecamatan Sukorejo, Bangil dan Prigen.

“Iya, lama-lama takut juga,” kata Fathur ,36, warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen saat dijumpai wartawan.

Adapun SMS atas nama Polres Pasuruan itu berbunyi, “Dihimbau kepada seluruh orang tua agar berhati-hati dengan mobil APV Silver dengan nomor polisi L 1857 GU. Mobil ini adalah buronan polisi karena sudah banyak korban penculikan terutama anak-anak untuk diambil organ tubuhnya“.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…