Rabu, 25 Agustus 2010 13:36 WIB News Share :

Setelah bertanya panjang lebar, politisi PDIP ngacir dari RDP

Jakarta–Polisi asal PDIP Sudarto Danusubroto bertanya panjang lebar pada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Dubes Da’i Bachtiar.

Tidak cuma soal pembebasan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sudarto juga mengkritik soal banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang disiksa di Malaysia.

Namun setelah bertanya selama nyaris 10 menit, Sudarto ‘kabur’ dari rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/8).

RDP itu digelar terkait pembebasaan tiga petugas KKP yang sempat ditahan Polisi Diraja Malaysia.

“Mohon maaf, saya ada rapat lainnya, jadi saya mohon izin. Saya akan meninggalkan rapat ini lebih dulu,” kata Sudarto sebelum mengakhiri pertanyaanya.

Kontan saja anggota DPR yang lain tertawa. Sementara itu Marty dan Da’i Bachtiar dan jajarannya hanya tersenyum simpul. Entah apa yang mereka pikirkan.

“Nanti kan jawabannya didengar oleh semua. Nggak harus saya kan,” kilah Sudarto membela diri. Ruangan rapat pun kembali riuh rendah oleh tawa para anggota DPR.

Ketua Komisi I Mahfudz Siddik pun menimpali Sudarto. “Tadi saya sudah menduga, jangan-jangan nih Pak Sudarto ngomong panjang lebar nih mau pergi. Eh ternyata benar,” katanya sambil tertawa.

Sudarta hanya tertawa mendengar pernyataan Mahfudz tersebut. Namun Sudarto tidak menimpali apa-apa.

“Diizinkan, Pak (perginya),” kata Mahfudz sebelum mempersilakan anggota Komisi I lainnya yang hendak bertanya.

Anggota DPR bertanya panjang-panjang terus pergi saat hendak dijawab sudah menjadi pemandangan biasa di Senayan. Mantan Menkeu Sri Mulyani pernah menyesalkan hal itu.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…