25manila_afpdlm
Rabu, 25 Agustus 2010 15:32 WIB Internasional Share :

Presiden Filipina banjir kecaman

Manila--Presiden Filipina Benigno Aquino banjir kecaman menyusul aksi penyanderaan yang menewaskan 8 turis Hong Kong di Manila, Filipina pada 23 Agustus lalu.

Menanggapi hal itu, Aquino pun mengimbau masyarakat untuk berhenti menyerang pemerintah.

Imbauan itu disampaikan dalam halaman resmi Facebook Aquino, yang dibuat untuk mengkampanyekan transparansi dalam pemerintahannya.

Aquino menerima berbagai ungkapan kemarahan terhadap dirinya, polisi dan pemerintah Filipina hingga seruan-seruan bagi Aquino untuk mundur.

“Kami telah mendengar dan membaca banyak opini dari publik, bahkan juga dari warga asing,” tulis Aquino di halaman Facebook miliknya.

“Kami mengimbau semua orang untuk menghentikan argumen yang tidak perlu. Mari kita tunjukkan pada semua orang bahwa kita, bangsa Filipina tahu bagaimana menghormati dan memahami,” tulis Aquino.

Pesan tersebut menimbulkan berbagai komentar. Sebagian mendukung Aquino namun banyak yang lainnya justru mengecamnya.

“Anda dan pemerintah Anda memalukan! Ajukan pengunduran diri Anda sekarang,” tulis Elfis Lee, seorang warga Hong Kong.

“Ketidakmampuan Anda memimpin kepolisian bodoh Anda yang tak terlatih telah menimbulkan tragedi tersebut,” cetus Lee seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/8).

“Kalian lihat, presiden kita seorang terbelakang yang tak melakukan apapun kecuali menyeringai di depan kamera-kamera TV setelah semua itu terjadi,” bunyi kecaman lainnya.

Aksi penyanderaan yang dilakukan mantan perwira polisi yang dipecat, Rolando Mendoza itu berakhir tragis setelah berlangsung sekitar 12 jam.

Mendoza melakukan penyanderaan tersebut karena ingin mendapatkan kembali pekerjannya. Dia dipecat dari kepolisian karena tuduhan pemerasan dan kejahatan lain namun Mendoza bersikeras membantah keterlibatannya.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR DANAMAS PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…