Rabu, 25 Agustus 2010 11:18 WIB News Share :

Menlu bantah bertindak lambat kepada Malaysia

Jakarta–Menlu Marty Natalegawa menepis tudingan parlemen dan sejumlah pihak yang menilai langkah diplomasinya lambat untuk membebaskan tiga petugas DKP di Malaysia.

Marty mengatakan Kemlu bertindak cepat tanpa membuang waktu. “Pendek kata, tidak ada satu menit pun waktu tersita untuk masalah birokrasi kita,” kata Marty dalam rapat dengar pendapat di Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/8).

Menurut Marty, Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar langsung menghubungi Kepala Polisi Diraja Malaysia. Konjen RI Johor Baru pun mengecek ke seluruh instansi untuk mencari keberadaan tiga petugas DKP.

“Sejak 14 Agustus sudah dilakukan pengecekan keberadaan tiga petugas DKP dan berkomunikasi dengan polisi Malaysia. Sistem bekerja secara formal dan informal,” jelasnya.

Marty mengatakan bahkan Konjen Johor Baru berkomunikasi dengan Sultan Johor. Sementara di tingkatan menteri protes pun dilancarkan. “Kami sampaikan kepada Menlu Malaysia, kita tidak menerima keadaan ini dan menyampaikan protes keras,” jelasnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…