Rabu, 25 Agustus 2010 16:45 WIB News Share :

Mega enggan disebut Ibu Ketua MPR

Jakarta--Sudah hal yang lumrah jika istri dari seorang pejabat tinggi negara seperti Ketua MPR biasa disebut dengan Ibu Ketua MPR.

Namun tidak bagi Megawati Soekarnoputri. Mega tak mau menyandang sebutan Ibu Ketua MPR.

Dalam rapat DPP PDIP bidang olahraga dan kepemudaan, Ketua Umum DPP PDIP itu menyampaikan sambutan di kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Rabu (25/8).

Saat memberikan sambutan tersebut, Mega mengaku sudah pernah menyandang posisi di hampir semua pemerintahan. Mulai dari di DPR, sebagai wakil presiden, presiden, hingga sekarang menjadi mantan presiden.

“Saya kan sudah mengalami semua. Ketua umum sudah. Di DPR sudah, wapres sudah, presiden sudah, dan mantan presiden sudah. Bapak, presiden sudah, bapak, proklamator sudah,” akui Mega.

Saat menyatakan hal itu, ada seorang kader PDIP menyeletuk. “Itu Ibu ketua MPR?”

“Masa Ibu ketua MPR. Lain dong. Ketua MPR itu Pak Taufiq,” kata Mega sambil tertawa dan disambut gelak tawa kader PDIP yang lain.

Mega kemudian melanjutkan pidatonya. Mega mengatakan, saat dirinya menjadi presiden, sering diundang di berbagai acara dan dihormati orang.

Selalu bisa bertemu dengan masyarakat kecil dan mendengarkan keluhan rakyat.

“Dulu jadi presiden saya dipanggil madam presiden. Tidak mudah loh berbahasa rakyat. Saya suka lihat anak pintar berbelit-belit padahal mau bilang harga cabai mahal,” ketusnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…