Rabu, 25 Agustus 2010 10:14 WIB News Share :

Malaysia desak Indonesia tindak tegas demonstran

Kuala Lumpur–Aksi para demonstran Indonesia melemparkan kotoran manusia ke halaman Kedubes Malaysia di Jakarta menimbulkan kemarahan publik Malaysia.

Pejabat-pejabat pemerintah Malaysia serta partai-partai politik di negeri jiran itu menyerukan otoritas Indonesia untuk mengambil tindakan tegas terhadap para demonstran yang tergabung dalam kelompok Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera).

Sebagian bahkan mendesak agar kelompok Bendera dibubarkan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia, Datuk Seri Anifah Aman mengatakan, kelompok kecil seperti Bendera seharusnya tidak dibiarkan mengganggu hubungan Malaysia dan Indonesia.

Partai MCA mencetuskan, aksi pelemparan tinja oleh Bendera tersebut sangat tak bisa diterima. Kepala biro internasional MCA, Datuk Chor Chee Heung menegaskan, otoritas Indonesia harus menindak para demonstran tersebut.

Menurutnya, dengan membiarkan aksi Bendera akan berdampak buruk pada hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia.

“Kita tak bisa terus menyerah pada tuntutan-tuntutan kelompok yang bertindak ilegal karena itu akan berdampak pada hubungan kita dengan Indonesia,” tegas Chor seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Rabu (25/8).

Sebelumnya Ketua Pergerakan Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin juga menyerukan pemerintah Indonesia untuk menindak para demonstran Bendera.

“Kedutaan kami diserang dan dihina dan kami tak bisa mentolerir itu,” tegas Khairy. Ditambahkannya, pihaknya telah mengirimkan surat protes kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur terkait aksi demonstran tersebut.

Pada Senin, (23/8) lalu, sekelompok demonstran yang menamakan dirinya Bendera berdemonstrasi di depan Kedubes Malaysia di Jakarta. Dalam aksinya, mereka melemparkan kotoran manusia ke halaman Kedubes Malaysia.

Demonstran juga menginjak-nginjak bendera Malaysia dan mengotorinya dengan tinja. Aksi tersebut dilakukan sebagai protes atas penangkapan tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Indonesia oleh polisi Malaysia beberapa waktu lalu. Ketiganya telah dibebaskan pada 17 Agustus lalu.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…