Rabu, 25 Agustus 2010 14:02 WIB News Share :

Jerman puji demokrasi di Indonesia yang damai

Jakarta--Pelaksanaan demokrasi di Indonesia rupanya berjalan baik di mata asing. Bahkan Jerman secara eksplisit memuji kehidupan demokrasi di negara yang sebagian besar penduduknya muslim ini.

Hal itu terungkap dari pertemuan antara Chairman of CDU-CSU Parliamentary Group, Volker Kauder, dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/8).

Jabatan Volker itu mirip dengan Ketua Setgab Koalisi bila di Indonesia.

“Bapak Volker secara eksplisit memuji Indonesia sebagai negara dengan muslim terbesar telah berhasil menjalankan demokrasi yang damai dan stabil,” kata Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, usai pertemuan.

Menurut Yopie, Volker mengungkapkan penasarannya mengapa demokasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik.

Boediono menjelaskan, sejak mendirikan Indonesia, para founding fathers sudah mempunyai kesepakatan yang jelas mengenai pluralisme dalam bentuk falsafah Bhineka Tunggal Ika.

Memang, kata Wapres sebagaimana diungkapkan Yopie, dalam sejarah Indonesia selama 65 tahun, ada banyak masalah di sana-sini. Namun, bangsa Indonesia selalu tegas ingin menjaga komitmen para pendiri bangsa itu.

“Sehingga selalu meletakkan semuanya dalam prinsip-pinsip yang moderat dan tidak berpijak pada aliran atau ideologi yang ekstrem,” kata Yopie.

“Bapak Wakil Presiden menegaskan bahwa Indonesia juga telah memilih jalan demokrasi dan tidak akan berpaling dari langkah itu dan akan terus mengembangkan demokrasi,” sambungnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Universitas Prasetiya Mulya Tawarkan Program Pendidikan Ini ke Semarang

Universitas Prasetiya Mulya menawarkan program pendidikan yang sarat dengan entreprenurship atau kewirausahaan kepada warga Semarang. Solopos.com, SEMARANG — Universitas Prasetiya Mulya, Senin (16/10/2017), menggelar media launcheon di Kota Semarang, Jawa Tengah. Program pendidikan yang pekat dengan entreprenurship atau kewirausahaan pun…