Ilustrasi (Dok/JIBI)
Rabu, 25 Agustus 2010 12:20 WIB News Share :

Jadi TKW, Reny pernah 'dijual' majikannya

Jakarta–Tidak digaji, disiksa. Penderitaan Reny bertambah. Ia pernah ‘dijual’ majikannya untuk bekerja di tempat lain.

“Waktu itu saya diantar oleh majikan saya ke rumah temannya dan saya pun menginap selama satu hari di rumah rekan majikan saya itu untuk bekerja sebagai pembantu,” katanya kepada wartawan di Sukabumi.

Namun, nasib Reny berubah. Majikan barunya itu sangat baik. Akhirnya, Reny bercerita kepada majikan baru soal penderitaannya,

Kepada majikan barunya, wanita asal Sukabumi, Jawa Barat ini mengaku, kerap mendapatkan siksaan dari majikan sebelumnya.

“Akhirnya majikan saya yang baru itu mengizinkan saya pulang dan dikembalikan lagi ke agen penyalur TKI yang pernah memberangkatkan saya,” ujarnya.

Reny suka dipukul

Gara-gara persoalan kecil saja, majikan yang lama suka memukul Reny. Gara-gara tidak mengerti berbahasa Arab, Reny tidak memahami apa yang diperintahkan majikannya.

“Saya tidak bisa berbahasa Arab dan juga majikan saya cepat naik pitam,” katanya.

Tidak tanggung-tanggung penyiksaan yang dialami Reny. Selain dibogem mentah, wanita berumur 26 tahun ini pernah dilempar tas berukuran besar dan dicekik lehernya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…