Rabu, 25 Agustus 2010 10:31 WIB News Share :

Hendak dipolisikan LSM, Tantowi mengaku telah berhenti jadi MC

Jakarta–Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya akan dipolisikan oleh sebuah LSM karena dituduh masih bekerja sampingan sebagai pembawa acara atau MC.

Tantowi pun menilai tudingan dari LSM yang berlogo mirip Partai Demokrat ini kental dengan nuansa politis. “Ini politis sekali, lihat saja logo LSM itu. Ini pasti karena sikap saya yang keras mengkritisi pemerintah soal Malaysia kemarin,” ujar Tantowi, Rabu (25/8).

Politisi Golkar ini menjelaskan dia tidak pernah lagi menjadi MC sejak dilantik menjadi anggota DPR pada bulan Oktober lalu. Pria penyuka musik country ini mengaku selalu menolak tawaran MC atau menyanyi karena kesibukannya sebagai anggota DPR.

“Lebih dari 100 pekerjaan saya tolak. Padahal sekali tampil honor saya Rp 50 juta. Silakan dihitung berapa harusnya pendapatan saya,” bebernya.

Menurut dia, tanpa disuruh LSM tersebut dirinya sudah lama berhenti jadi MC. Sejak dilantik, dia hanya tampil sebagai juri di program pencarian bakat sebuah televisi swasta. Itu pun sudah berhenti sekarang, dan digantikan Addie MS.

“Saya hanya menjaga kepopuleran saya. Bukan cari uang menjadi juri,” tegasnya.

Tantowi pun santai saja menghadapi ancaman ini. “Silakan saja laporkan. Posisi keartisan kan tidak diatur tatib DPR. Lagipula saat hendak tampil menjadi juri saya bilang dulu ke partai dan diizinkan. Jadi tidak masalah,” jelas kakak Helmi Yahya ini.

Sebuah LSM yang lambangnya mirip Partai Demokrat (PD), Institute Government Against Corruption and Discrimination (GACD),  hendak mengadukan dua anggota DPR dari kalangan artis yaitu Tantowi Yahya dan Eko Patrio ke Badan Kehormatan (BK) DPR dan polisi. Kedua artis tersebut dinilai melanggar sumpah jabatan karena masih bekerja sebagai artis meski telah resmi jadi anggota DPR.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…