25manila_afpdlm
Rabu, 25 Agustus 2010 13:56 WIB Internasional Share :

Empat polisi Filipina dinonaktifkan

Manila--Kepolisian Filipina menonaktifkan empat perwira polisi yang memimpin penyerangan untuk menghentikan krisis penyanderaan di Manila, Filipina, pada Senin (23/8) lalu.

“Menunggu hasil penyelidikan, mereka secara administratif telah dibebaskan dari tugas,” kata juru bicara kepolisian nasional Filipina, Senior Superintendent Agrimero Cruz, kepada wartawan di Manila seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/8).

Aksi penyanderaan yang dilakukan mantan polisi senior yang dipecat, Rolando Mendoza, itu berakhir dengan tewasnya 8 turis Hong Kong. Berbagai pihak mengkritik cara polisi Filipina menangani krisis penyanderaan tersebut.

Kepolisian Filipina pun telah mengakui mereka melakukan beberapa kesalahan dalam menghentikan drama penyanderaan tersebut.

Dalam peristiwa tragis itu, polisi sempat melepaskan lusinan tembakan ke bus dan memecahkan kaca-kaca jendela bus dengan palu sebagai upaya untuk masuk ke dalam bus.

Namun polisi kemudian terpaksa menunggu di luar bus tanpa daya selama sekitar sejam. Sebab Mendoza menggunakan sandera-sanderanya sebagai tameng untuk melindungi dirinya.

Drama penyanderaan yang berlangsung 12 jam itu berakhir ketika polisi melepaskan gas air mata ke dalam bus dan seorang penembak jitu menembak Mendoza di bagian kepala.

Namun saat itu delapan turis Hong Kong yang disandera Mendoza telah tewas. Mendoza pun tewas akibat tembakan polisi.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…