Selasa, 24 Agustus 2010 11:25 WIB Ekonomi Share :

Sepeda motor mulai mudik pakai KA

Jakarta–Kereta api merupakan salah satu trasportasi andalan untuk mudik. Rupanya bukan hanya manusia saja yang mudik dengan kereta api (KA), tetapi sepeda motor juga tidak mau kalah.

Jauh hari sebelum Lebaran, sepeda motor sudah dikirimkan oleh pemiliknya ke kampung halaman melalui jasa pengiriman. Rupanya sepeda motor sebagai kendaraan yang cukup hemat masih menjadi andalan para pemudik untuk digunakan di kampung halamannya.

Aktivitas pengiriman sepeda motor melalui kereta api sudah mulai ramai di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Puluhan sepeda motor sudah dikemas sedemikian rupa sehingga siap angkut.

“Di sini mulai banyak yang menitip motor sejak mulai bulan puasa, tapi nanti kalo udah H-10 jelang Lebaran biasanya makin ramai lagi,” ujar Sutrisno, salah seorang penyedia jasa kirim motor, Senin (23/8).

Tarif pengiriman sepeda motor pun bervariasi, tergantung jenis motor dan lokasi pengirimannya. Untuk motor jenis bebek dan matic, bila mengirim ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, tarifnya adalah Rp 250.000 per motor. Sedangkan untuk motor besar, tarifnya mencapai Rp 280.000 per motor.

“Yang paling banyak kiriman itu biasanya ke Jogja, Lamongan, dan Surabaya,” tambah Sutrisno.

Apakah ada barang lain yang juga ramai dikirim selain sepeda motor? “Kalau yang lain sih, seperti pakaian itu normal saja. Lebaran atau enggak, sama saja yang mengirim. Biasanya kalau untuk pakaian, kita sudah ada pelanggan khusus. Kalau pakaian dan barang lain selain sepeda motor, tarifnya itu Rp 1.250/kg,” terangnya.

Jika sudah masuk bulan Ramadan, jumlah sepeda motor yang dikirim per hari bisa mencapai 10-20 unit. Tetapi bila memasuki H-10, jumlahnya melonjak hingga 30-50 per harinya. Heri, penyedia jasa pengiriman motor lainnya, menuturkan bahwa kiosnya sudah dipadati orang yang hendak mengirim sejak jam 9 pagi.

“Kios kita buka dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, tapi kalau lagi mau Lebaran begini, sudah ramai dari pukul 09.00 WIB. Siangan sedikit malah sudah sepi,” jelas Heri.

Menurut dia, bila hendak mengirim sepeda motor syaratnya adalah STNK atau fotokopi STNK. Selain itu tabung bensin juga harus dalam keadaan kosong.

Sepeda motor yang hendak dikirim nantinya akan diangkut menggunakan truk ke Stasiun Kota atau Stasiun Manggarai. Baru kemudian dinaikkan ke dalam satu gerbong khusus yang bisa menampung beban barang hingga 20 ton.

“Kita biasa mengirim pakai kereta ekonomi dan eksekutif. Lamanya pengiriman biasanya dua sampai tiga hari. Motor dan barang yang sudah sampai di kota tujuan kita tampung di agen atau cabang kita di masing-masing stasiun. Dari situ baru diambil sama pemiliknya,” ujar Heri.

Ramainya pemudik yang menggunakan jasa pengiriman sepeda motor tentu saja memberi peningkatan penghasilan kepada para penyedia jasa. Hal ini diakui pula oleh Heri, menurutnya, pendapatannya bisa meningkat hingga 100%.

“Kalau hari biasa kita bisa untung Rp 1 juta per hari, nah menjelang Lebaran begini kita bisa untung sampai Rp 3 juta per hari,” ucapnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Hari Ini, Kota Jogja dan Bantul Terdampak Pemadaman Listrik

PT PLN Area Jogja akan melakukan pemadaman listrik untuk peningkatan pelayanan Solopos.com, JOGJA– PT PLN Area Jogja akan melakukan pemadaman listrik untuk peningkatan pelayanan. Berdasarkan informasi dari PLN Jogja, berikut jadwal pemadaman listrik, Selasa(17/10/2017) : Selasa, 17 Oktober 2017 Waktu…