24rengasdengklok-dlm
Selasa, 24 Agustus 2010 14:27 WIB News Share :

Rumah Bung Karno di Rengasdengklok diperebutkan

Karawang--Rumah persiapan proklamasi kemerdekaan RI di Rengasdengklok berminat dibeli Pemkab Karawang dari pihak ahli waris rumah. Keluarga ahli waris mematok harga Rp 2 miliar yang sulit dipenuhi Pemkab Karawang.

Rumah di Rengasdengklok menjadi aset sejarah yang penting, ketika pada 16 Agustus 1945, rumah ini dijadikan tempat persiapan Proklamasi Kemerdekaan RI.

Para pemuda menculik Soekarno-Hatta ke rumah ini, untuk mendesak proklamasi kemerdekaan. Rumah ini sekarang beralamat di Jalan Sejarah, No 41, RT 001 RW 09, Dusun Kalijaya, Desa Rengasdengklok utara, Rengasdengklok, Karawang.

Rumah ini dahulu dimiliki oleh Djiaw Kim Song. Sekarang rumah ini dimiliki oleh cucunya yaitu Djiaw Kim Hoi. Menurut Kim Hoi, keluarga besar sempat dipertemukan dengan Pemkab Karawang pada 2008, atas undangan Kepala Desa Rengasdengklok Utara, Kapsul.

“Waktu itu kami datang ke Pemda bertemu dengan pejabat pemda,” kata Kim Hoi kepada detikcom, Minggu (22/8) kemarin.

Menurut Kim Hoi, Pemkab menawar rumah dan tanah seluas 1.080 meter persegi seharga Rp 700 juta sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di wilayah itu.

Namun tawaran itu ditolak Yanto, suami dari cucu Kim Song yang paling tua. Yanto beralasan uang Rp 700 juta tidak cukup untuk dibagi-bagi kepada 10 ahli waris.

“Abang ipar saya menolak karena uang Rp 700 juta kalau dibagi 10, masing-masing hanya kebagian Rp 70 juta,” terang Kim Hoi.

Pertemuan pada 2008 pun tidak membuahkan hasil kesepakatan. Yanto kemudian meminta Pemda untuk membeli dengan harga Rp 2 miliar, dan Pemkab tidak bisa menyanggupi. Sejak itulah beredar kabar kalau rumah bersejarah itu akan dijual.

“Ada beberapa orang datang yang mengakunya dari Jakarta, Bandung, atau Banten yang datang menanyakan rencana penjualan,” jelas dia.

Masalah penjualan aset bersejarah juga pernah terjadi pada rumah Bung Karno di Blitar. Saat itu ahli waris yang bermaksud menjual rumah itu seharga Rp 50 miliar karena tidak punya biaya untuk perawatannya.

dtc/nad

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…