Selasa, 24 Agustus 2010 23:30 WIB Solo Share :

Korban tabrak lari, Yoana butuh tempurung kaki buatan

Solo (Espos)–Korban tabrak lari asal Sorogenen RT 3/RW II Kelurahan Jagalan, Jebres, yang mengalami lumpuh sekitar 1,5 tahun terakhir, Theresia Yoana Faska, 21, berharap ada donatur yang membantunya operasi pemasangan tempurung kaki sintetis.

Pasalnya kendati kondisi kakinya mulai membaik, namun belum dapat digunakan untuk berjalan lantaran tak ada tempurung kaki. Sejak beberapa pekan terakhir mahasiswa IHS Solo itu menjalani fisioterapi di RS Kasih Ibu atas bantuan Dompet Kemanusiaan PMI Solo. Saat ditemui Espos di kediamannya, Selasa (24/8), Yoana menuturkan, dirinya masih menunggu bantuan Dompet Kemanusiaan PMI.

Menurut dia sebelumnya pengurus Dompet Kemanusiaan menyatakan akan membantu operasi pemasangan tempurung sintetis. Seperti yang telah dilakukan mereka saat operasi pengambilan tulang yang infeksi, pengangkatan pen dan pembersihan nanah, 30 Juni 2010 lalu. “Saat ini belum jelas, masih menunggu perkembangan dari PMI. Selain pemasangan tempurung kaki kiri, rencananya juga akan operasi kulit,” ujar Yoana.

Dia melanjutkan, Dompet Kemanusiaan PMI telah membantu pendanaan control kesehatan dan fisioterapi di RS Kasih Ibu. Sampai saat ini Yoana telah menjalani tiga kali control kesehatan dan  fisioterapi. Biaya control kesehatan dan fisioterapi masing-masing berturut-turut Rp 100.000 dan Rp 31.000. Agenda kontrol kesehatan Yoana selanjutnya yakni 15 September. Sedangkan Kepala Unit Donor  Darah (UDD) PMI Solo, dr Titis Wahyuono,  membenarkan pihaknya sedang mengupayakan operasi bagi Yoana.

Namun diakui dia, dana operasi tempurung kaki yang mencapai Rp 40 juta, terlalu mahal. Sehingga pengurus Dompet Kemanusiaan berencana melakukan pendekatan kepada dokter rumah sakit (RS) supaya mendapat diskon khusus operasi. “Kami selalu melakukan pendekatan personal kepada pihak rumah sakit atau dokter supaya pasien yang kami dampingi, mendapat keringanan biaya. Seperti yang kami telah lakukan terhadap Nathan, Zidan dan Bima,” katanya.

kur

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…