Selasa, 24 Agustus 2010 10:25 WIB Internasional Share :

China Kutuk penyanderaan di Manila

Jakarta–Pemerintah China mengutuk keras penyanderaan di Manila, Filipina yang menewaskan delapan turis Hong Kong. Beijing pun mendesak Manila untuk memastikan keamanan warga China di negeri itu.

“Pemerintah China mengutuk keras kekejaman oleh pelaku penyanderaan, menyatakan dukacita mendalam kepada rekan-rekan Hong Kong yang menjadi korban dan menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga yang berduka,” demikian pernyataan Kedutaan Besar (Kedubes) China.

“Pemerintah China mendesak pemerintah Filipina untuk mengambil langkah-langkah konkret guna memastikan keselamatan dan keamanan warga negara China di Filipina,” demikian statemen Kedubes China seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/8).

Sebelumnya Presiden Filipina, Benigno Aquino mengatakan dirinya telah mengirimkan permintaan maaf kepada pemimpin eksekutif Hong Kong Donald Tsang atas apa yang telah terjadi. Dikatakan Aquino, dirinya telah memerintahkan Departemen Luar Negeri Filipina untuk memberikan bantuan apapun yang mungkin bagi para korban.

Drama penyanderaan di Manila berakhir pada Senin, (23/8) malam setelah berlangsung lebih dari 10 jam. Dalam insiden itu, delapan turis Hong Kong tewas dan tujuh orang lainnya terluka.

Pelaku penyanderaan adalah mantan kapten polisi yang dipecat, Rolando Mendoza. Pria berumur 55 tahun itu bersenjatakan senapan M-16. Mendoza menyandera bus itu dalam upayanya mendapatkan kembali pekerjaanya.

Secara total, 22 turis Hong Kong disandera bersama-sama tiga warga Filipina, masing-masing seorang pengemudi, seorang pemandu wisata dan seorang jurufoto.

dtc/ tiw

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…