Selasa, 24 Agustus 2010 08:36 WIB News Share :

Awas! KPK gadungan jelang Lebaran

Jakarta–Menjelang Lebaran 2010, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat dan birokrasi mewaspadai kemungkinan adanya oknum mengaku petugas KPK yang memeras atau meminta “tunjangan hari raya”.

Juru Bicara KPK, Johan Budi, mengungkapkan komisi antikorupsi itu telah melayangkan surat peringatan kepada seluruh kepala daerah yang isinya agar jajaran instansi pemerintahan mewaspadai adanya aksi petugas KPK gadungan.

“Surat yang kami kirimkan itu sebagai pemberitahuan kalau orang yang mengaku sebagai orang KPK tapi meminta sesuatu, segera laporkan polisi dan tangkap saja. Ini sudah kita sampaikan ke bupati dan gubernur di daerah,” tandasnya.

Selain himbauan agar diabaikan, Johan juga meminta jajaran pemerintah berani bertindak tegas seperti melaporkan atau mengamankan terlebih dahulu bila memang ditemukan ada perilaku yang mencurigakan.

Hal itu katanya, bila dari oknum petugas KPK yang tidak bisa menunjukkan surat tugas resmi dari KPK. Dia menegaskan setiap petugas KPK yang berdinas luar kota selalu dilengkapi surat tugas.

“Jadi kalau tanpa surat tugas, itu perlu dipertanyakan. Laporkan saja,” seru Johan, Selasa (24/8).

Lebih lanjut, katanya, surat KPK ke para kepala daerah juga berisi seruan untuk berani melaporkan ke aparat atau ke KPK, jika bertemu dengan oknum KPK yang memeras.

“Siapapun itu, mau orang KPK atau bukan, tangkap saja kalau melakukan pemerasan,” tandasnya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…