Selasa, 24 Agustus 2010 22:49 WIB Sukoharjo Share :

Anggaran pelantikan kurang, Bupati usulkan kegiatan mendahului anggaran

Sukoharjo (Espos)–Bupati Sukoharjo mengusulkan kegiatan mendahului anggaran untuk penambahan kegiatan pelantikan bupati baru senilai Rp 75 juta.

Permohonan kegiatan mendahului anggaran tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani Bambang Riyanto bernomor 900/3808/2010 perihal permohonan izin mendahului anggaran. Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DPRD, Dwi Jatmoko pada 21 Agustus 2010 tersebut, Bupati meminta tambahan dana senilai Rp 75 juta dari anggaran semula senilai Rp 200 juta.

Mengacu kepada surat bupati, acara pelantikan kepala daerah yang baru awalnya akan digelar dalam rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Kabupaten. Namun demikian menjelang hari H, rencana tersebut diubah lokasinya  menjadi di Gedung Graha Satya Praja (GSP). Perubahan loksi pelantikan tersebut akhirnya menyebabkan kurangnya anggaran hingga Rp 75 juta.

Selanjutnya masih mengacu kepada surat bupati, agenda pelantikan pimpinan daerah yang baru telah dianggarkan melalui kegiatan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di pos sekretariat dewan (Setwan) senilai Rp 200 juta. Karena anggaran kurang, dilakukan pergeseran dana dari sisa kegiatan pembentukan panitia pengawas kabupaten (Panwaskab), Panwas kecamatan (Panwascam) serta Panwas Pemilu (Panwaslu) senilai Rp 75 juta sehingga total belanja untuk pelantikan senilai Rp 75 juta.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Hasman Budiadi menuturkan telah menerima surat permohonan kegiatan mendahului anggaran dari bupati. “Suratnya sudah saya terima dan akan saya bahas dengan fraksi,” ujarnya ketika dijumpai Selasa (24/8). Mengacu kepada surat dari pimpinan dewan, imbuh dia, keputusan fraksi harus sudah ada dan diserahkan kepada ketua dewan Selasa.

Di kesempatan sama, Sekretaris Dewan (Sekwan), Sudaryanto mengakui adanya perubahan rencana lokasi pelantikan bupati baru. “Awalnya pelantikan memang akan kami gelar di DPRD tepatnya di ruang paripurna. Tapi dengan pertimbangan banyaknya tamu yang hadir, akhirnya lokasi untuk acara pelantikan kami geser ke GSP dengan sejumlah konsekuensi memang,” ujarnya.  Pemindahan lokasi pelantikan bupati baru di GSP, menurut Sudaryanto, sudah tepat baik dari sisi daya tampung maupun keamanan.

aps

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…