Selasa, 24 Agustus 2010 18:35 WIB Solo Share :

16 Kios Pasar Klithikan kosong

Pasar Kliwon (Espos)–Sebanyak 16 kios di Pasar Klithikan Notoharjo, Solo dalam kondisi kosong. Lurah Pasar Klithikan Notoharjo, Suranto saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (24/8), mengatakan sebenarnya 16 kios tersebut merupakan milik pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di kawasan Jl Kapten Mulyadi.

Menurutnya, jumlah PKL Jl Kapten Mulyadi yang mestinya menempati kios di Pasar Klithikan Notoharjo mencapai 25 orang. Akan tetapi, sejak Juli lalu jumlah PKL yang menempati kios tersebut baru mencapai sembilan orang. “Sebenarnya 16 PKL tersebut sudah kami undi untuk menempati kios baru mereka secara gratis sejak Juli lalu. Akan tetapi, kami tidak tahu hingga kini mereka belum juga menempatinya,” papar Suranto.

Lebih lanjut, Suranto menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan kosongnya 16 kios tersebut kepada Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Kendati demikian, DPP belum memberikan solusi terkait kosongnya 16 kios tersebut.

Perlu diketahui, sebanyak 195 PKL yang biasa berjaulan di Jl Kapten Mulyadi diminta membongkar lapak mereka dan pindah ke delapan pasar tradisional yang telah disediakan. Delapan pasar tersebut antara lain Pasar Kadipolo, Pasar Kembang, Pasar Klithikan Notoharjo, Pasar Jongke, Pasar Sangkrah, Pasar Jebres, Pasar Penumping, dan Pasar Mojosongo.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…