Senin, 23 Agustus 2010 14:21 WIB Hukum Share :

Wakapolda Papua tolak temui puluhan wartawan

Jayapura–Wakapolda Papua Brigjen Polisi Drs Arie Sulistyo enggan menemui puluhan wartawan yang melakukan unjuk rasa di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) setempat, Senin (23/8).

Setelah berorasi dan menunggu sekitar satu jam, akhirnya para wartawan yang berunjuk rasa atas kasus kematian wartawan Merauke TV, Ardiansyah Matrais, itu membubarkan diri dengan penuh perasaan kecewa, karena Wakapolda enggan menemui mereka.

Pada awalnya, pihak Polda Papua menyatakan bahwa Kapolda dan Wakapolda tidak berada di tempat. Padahal, belakangan diketahui Wakapolda Papua ternyata ada di tempat, dan mengatakan setelah shalat akan menemui para wartawan.

Tetapi setelah ditunggu selesai melaksanakan ibadahnya, Wakapolda tetap tidak turun untuk menemui para wartawan.

Puluhan wartawan media cetak dan televisi di Jayapura melakukan unjuk rasa untuk meminta aparat kepolisian mengungkap tuntas kasus kematian wartawan Merauke TV, Ardiansyah Matrais, yang diduga dibunuh.

Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Jayapura, Victor Mambor, mengatakan, tujuan demonstrasi adalah meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kematian wartawan di Merauke, Ardiansyah, yang diduga tewas dibunuh.

“Selain itu juga meminta polisi mengusut tuntas semua kasus kekerasan terhadap wartawan di Indonesia. Salah satunya kematian kontributor SUN TV di Tual, Maluku, Ridwan Salamun,” tegas Victor Mambor.

Dalam unjuk rasa yang juga disertai aksi teatrikal tentang kekerasan terhadap pekerja pers, sempat terjadi insiden yang menimbulkan ketegangan, ketika seorang oknum perwira polisi di Polda Papua, AKP Muhamad Syafrial, sempat memarahi para wartawan, sehingga terjadi adu mulut.

Sedangkan menanggapi sikap Wakapolda Papua yang menolak menemui puluhan wartawan itu, Ketua Aliansi Jurnalis Papua, Victor Mambor mengaku sangat kecewa.

“Ini bukti pihak Polda Papua bersikap acuh atas kematian teman kita Ardiansyah. Kita akan siapkan mosi tidak percaya pada Polda Papua,” tegas Victor Mambor.

Para wartawan di Jayapura juga menyatakan sikap untuk memboikot pemberitaan terkait Polda Papua.

ant/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…