Senin, 23 Agustus 2010 14:42 WIB News Share :

Tanggung lumpur Lapindo, pemerintah siapkan Rp 1,3 triliun

Jakarta–Pemerintah masih akan menggelontorkan dana senilai Rp 1,3 triliun untuk menanggulangi bencana Lumpur Sidoarjo pada tahun 2011.

Dalam nota keuangan dan RAPBN 2011 yang dikutip Senin (23/8), Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) direncanakan mendapat alokasi anggaran senilai Rp 1,3 juta triliun.

Jumlah ini secara nominal meningkat senilai Rp 70 miliar atau 5,8% bila dibandingkan dengan pagu alokasi anggaran belanja BPLS dengan Pagu alokasi anggaran belanja BPLS dalam APBN-P tahun 2010 sebesar Rp 1,2 triliun.

Rencana alokasi anggaran belanja tersebut ditujukan untuk melaksanakan 2 program, yaitu program penanggulangan bencana lumpur Sidoarjo, dengan alokasi anggaran senilai Rp 1,3 triliun serta program dukungan manajemen, dan pelaksanaan tugas teknis lain dengan alokasi anggaran senilai Rp 22,8 miliar.

Dengan adanya alokasi anggaran untuk kedua program tersebut, diharapkan terlaksananya pembayaran jual beli tanah dan pembangunan di luar peta area terdampak seluas 61 ha, terlaksananya penanganan pengaliran luapan lumpur melalui operasi 6 unit kapal keruk untuk mengalirkan 32,4 juta meter kubik lumpur, terlaksananya pembangunan relokasi jalan arteri sebanyak 4 paket dan simpang simpang susun Kesambi 1 paket.

Pemerintah berharap dengan terlaksananya pembangunan tersebut maka perlindungan sosial terhadap warga bisa terlaksana, terpenuhinya rasa aman masyarakat di sekitar semburan lumpur dan menyediakan infrastruktur untuk percepatan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Jawa Timur, serta terlaksananya penanggulangan bencana di Indonesia secara terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…