Senin, 23 Agustus 2010 22:35 WIB Wonogiri Share :

Stasiun Wonogiri antisipasi maraknya Gepeng

Wonogiri (Espos)--Menjelanga Lebaran, maraknya gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang nglaju pulang dari Stasiun Wonogiri ke Solo dan sekitarnya membuat petugas stasiun setempat kerepotan.

Mereka meminta bantuan pihak-pihak terkait untuk menertibkan dan memberi pembinaan terhadap para Gepeng tersebut. Terutama saat memasuki H-10 hingga H+10 Lebaran mendatang.

Kepala Stasiun Wonogiri, Budi Santoso, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Senin (23/8) mengungkapkan fenomena Gepeng yang nglaju dari Solo atau Sukoharjo ke Wonogiri menggunakan kereta api sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa lama.

Tidak ada yang tahu bagaimana mereka tiba di Wonogiri setiap pagi, kemudian siangnya sekitar pukul 14.00 WIB, saat jadwalnya kereta feeder berangkat ke Solo, mereka berdatangan ke stasiun, kemudian naik kereta tersebut tanpa membeli karcis.

“Menjelang Lebaran ini jumlah mereka bertambah banyak. Kami mau mengusir juga tidak tega, tapi kalau dibiarkan, secara aturan nggak boleh penumpang naik kereta tanpa membeli karcis. Tapi kalau ditarik petugas di atas kereta ya mereka kadang-kadang mau membayar,” ungkap Budi.

Budi mengatakan pada H-10 hingga H+10 Lebaran mendatang, pihaknya harus memastikan kereta feeder bebas dari Gepeng.

Sebab, keberadaan mereka dikhawatirkan akan mengganggu dan mengurangi jatah tempat bagi penumpang.

shs

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…