230810_SOLO_TKP2
Senin, 23 Agustus 2010 14:44 WIB Sukoharjo Share :

Satu kerangka manusia ditemukan di pekarangan Yulianto, Si Jagal dari Kartasura

Sukoharjo (Espos)–Kekejaman Yulianto pembunuh Kopda Santoso, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura rupanya  kian terungkap.

Hasil pengembangan kasus oleh Polres Sukoharjo, Senin (23/8), menemukan satu kerangka manusia di pekarangan rumah Yulianto yang mungkin layak mendapat julukan Si Jagal dari Kartasura.

Menurut keterangan dari Wakapolres Sukoharjo, Kompol Hendra Setyawan, pihaknya menemukan kerangka tersebut di pekarangan rumah tersangka sebelah timur atau tepatnya sebelah timur kandang sapi. Dijelaskan juga oleh Wakapolres, pihaknya belum memastikan identifikasi kerangka tersebut karena masih menunggu cek laboratorium dari Rumah Sakit Dr Moewardi.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, menyebutkan kemungkinan kerangka tersebut adalah Sugiyo warga Betengsari, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. Sugiyo masih satu kelurahan dengan pelaku.

Sementara itu, Kepala Desa Pucangan, Budiono membenarkan bahwa memang ada warganya yang bernama Sugiyo. Menurut Budiono, Sugiyo juga pernah berurusan masalah jual beli rumah dengan pelaku. Namun Sugiyo tiba-tiba menghilang sekitar empat tahun lalu.

Semenjak menghilangnya Sugiyo, istri Sugiyo kemudian pulang ke Klaten dan terakhir dirinya mendapat kabar bahwa istri Sugiyo telah meninggal dalam sebuah kecelakaan. Tentang berapa anak yang mereka miliki, Budiono tidak mengetahui secara pasti. Dan saat ini rumah yang dulunya dihuni Sugiyo  telah dirobohkan.

Sebelumnya, Yulianto, warga Dukuh Kragilan RT 02/RW XV, Pucangan, Kartasura diamankan petugas karena diduga telah membunuh Kopda Susanto di rumahnya. Diduga sebelum dibunuh dan dikubur di lantai rumah tersangka, Kopda Susanto terlebih dahulu diracun.

m85

lowongan kerja
lowongan kerja PT SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…