Foto : JIBI/SPFM/hen
Senin, 23 Agustus 2010 10:01 WIB Solo Share :

Pedagang oprokan Pasar Harjodaksino ditertibkan

Solo (Espos)–Puluhan pedagang oprokan di kawasan Pasar Harjodaksino, ditertibkan Dinas Pengelola Pasar (DPP) dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Solo dan dipaksa masuk ke dalam pasar setempat, Senin (23/8).

Pantaun Espos di lokasi, anggota Satpol PP dikerahkan untuk membongkar lapak pedagang oprokan. Pembongkaran dimulai pada pukul 05.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 07.00 WIB.

Kabid Pengawasan dan Pembinaan DPP, Rini Kusumandari saat ditemui wartawan di lokasi, mengatakan sebelumnya pihaknya sudah memberikan deadline kepada puluhan pedagang oprokan agar pindah ke dalam pasar pada Sabtu (21/8) lalu.

Menurutnya, sebelumnya terdapat sekitar 25 pedagang daging unggas serta 30 pedagang sayur yang berjualan di luar Pasar Harjodaksino. Sebagian besar pedagang bersedia pindah ke dalam pasar sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan tersebut. Akan tetapi, sebagian masih nekat berjualan di jalanan sehingga mengganggu jalannya lalu lintas.

“Masih ada tujuh pedagang yang terdiri atas enam pedagang sayur dan satu pedagang daging ayam yang nekat berjualan di pinggiran jalan. Mereka mengabaikan deadline sehingga kami tindak,” tegas Rini.

mkd

lowongan kerja
lowongan kerja Penerbit Ziyad, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…