Senin, 23 Agustus 2010 12:49 WIB Solo Share :

Lebaran, terminal bayangan diprediksi marak

Solo (Espos)–Munculnya terminal-terminal bayangan di sejumlah titik di wilayah Kota Solo, diprediksi marak selama masa Lebaran 2010 ini. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, mengambil langkah antisipasi dengan sosialisasi kepada agen-agen bus dan pengecekan ke lapangan.

Kepala Dishub Kota Solo, Yosca Herman Sudrajad mengemukakan langkah antisipasi itu dilakukan untuk menekan munculnya terminal bayangan. “Langkah yang kami ambil adalah dengan memberitahukan agen-agen agar tidak memberangkatkan atau menurunkan penumpang di jalan-jalan atau di luar Terminal Tirtonadi, terutama untuk armada bus kelas ekonomi dan bisnis. Selain itu kami juga melakukan pengecekan ke lapangan untuk memantau titik-titik mana yang biasanya muncul terminal bayangan semacam itu,” ujar Yosca ketika ditemui wartawan di Balaikota, Senin (23/8).

Yosca mengakui kondisi Terminal Tirtonadi saat ini belum dapat menampung bus-bus kelas eksekutif sebab fasilitas untuk pelayanan bagi penumpang bus kelas eksekutif belum memadai. Dengan kondisi tersebut, ia mengatakan pihaknya masih memaklumi bila ada agen-agen bus kelas eksekutif yang memberangkatkan maupun menurunkan penumpangnya di luar Terminal Tirtonadi.

“Namun kami juga secara tegas memberitahukan kepada agen-agen tersebut bahwa armada mereka tetap harus masuk ke Terminal Tirtonadi. Dan bila rehab terminal telah rampung, bus-bus kelas eksekutif pun harus masuk untuk keperluan pemberangkatan maupun penurunan penumpang,” terang Yosca.

Lebih lanjut Yosca menjelaskan keharusan armada bus untuk masuk ke terminal telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 35 tahun 1992. “Salah satu ketentuannya menyebutkan bus harus masuk terminal, bila tiga kali diketahui tidak masuk maka Dishub berhak mengajukan usulan untuk pencabutan trayek bus tersebut,” terang Yosca.

sry

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…