KRL
Senin, 23 Agustus 2010 10:49 WIB News Share :

Gerbong KRL perempuan dipenuhi penumpang pria

Jakarta–Gerbong kereta rel listrik (KRL) sudah dipisah berdasarkan jenis kelamin, namun kenyataannya para penumpang laki-laki tetap saja nekat masuk ke gerbong KRL khusus perempuan.

Salah satu pelanggan KRL, Kholidah, menyatakan pemandangan itu terjadi di gerbong yang ia tumpangi, Senin (23/8), pukul 08.25 WIB. Yakni, KRL Ekpres rute Depok-Tanah Abang nomor 1.

“Pas saya naik dari Stasiun Pondok Cina, ternyata sudah ada penumpang laki-laki di dalam gerbong,” katanya.

Yang membuat Kholidah heran, sejak dari Pondok Cina sampai ia turun di Stasiun Tebet, tidak ada satu pun petugas KRL yang meminta penumpang laki-laki turun dari gerbong perempuan.

“Dan ternyata, di gerbong khusus perempuan nomor 8 kondisinya juga sama, banyak penumpang laki-laki di sana,” kata Kholidah yang setiap hari kerja, pasti memanfaatkan jasa KRL.

Sulistiyowati, pelanggan KRL lainnya, juga heran dengan makin kendurnya pengawasan terhadap pelanggaran penumpang. Padahal, kata dia, Jumat pekan lalu — ketika baru sehari diresmikan — penumpang laki-laki diminta turun oleh petugas PT KA.

“Tapi, sekarang ini kok sudah tidak kelihatan ada petugas lagi ya,” katanya.

Seperti diketahui, dua gerbong khusus perempuan — 1 dan 8 – diresmikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, di Depok, pada Kamis, 19 Agustus 2010.

vivanews/rif

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…