Senin, 23 Agustus 2010 19:14 WIB Solo Share :

Dompet Kemanusiaan PMI bantu warga miskin

Solo (Espos)–Dompet Kemanusiaan PMI Cabang Solo mulai melebarkan sayap. Setelah membantu pengobatan sejumlah Balita, lembaga tersebut juga akan memberikan bantuan kepada perbaikan gizi buruk Balita.

Hal ini disampaikan Sekretaris PMI Cabang Solo, Sumartono saat ditemui wartawan di RS Panti Waluyo, Senin (23/8). Hingga saat ini, dana yang terkumpul pada Dompet Kemanusiaan PMI Cabang Solo telah mencapai Rp 119 juta. Dana tersebut berasal dari donasi warga solo dan sekitarnya.

Sumartono menambahkan, dana tersebut masih difokuskan untuk memberikan bantuan pengobatan kepada warga Solo dan sekitarnya yang kurang mampu. Ia mencontohkan sejumlah Balita yang dibantu pengobatan, seperti Zidan, Ilham, Salsabila dan lainnya tidak hanya dari Solo, tapi juga dari luar kota.

Agar lebih memaksimalkan bantuan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkot Solo untuk menjaring keluarga miskin yang membutuhkan. “Bila keluarga itu sudah mendapat bantuan dari Pemkot seperti PKMS, makan bantuan dapat kami alokasikan ke orang lain. Ini agar merata,” paparnya.

“Banyak yang kami bantu berusia Balita. Tapi kami tidak hanya fokus pada balita, tapi semua,” ungkapnya. Selain membantu pengobatan, dompet kemanusiaan juga membidik keluarga miskin yang berpotensi mengalami gizi buruk. Namun hal ini masih dalam pengembangan.

Ia mengimbau kepada warga Solo dan sekitarnya untuk dapat mendonasikan bantuan kemanusiaan melalui Dompet Kemanusiaan PMI Cabang Solo. “Bisa datang langsung ke kantor. Dana tersebut akan sangat membantu warga miskin untuk mendapatkan kesembuahan dan kesehatan,” tambahnya.

m86

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…