23juve
Senin, 23 Agustus 2010 12:55 WIB Ekonomi Share :

Daop VII Madiun batasi pembelian tiket mudik

Madiun–PT Kereta Api (KA) Daerah Operasional (Daop) VII Madiun akan membatasi jumlah pembelian tiket kereta api untuk keperluan mudik dan balik pada Lebaran 2010.

“Kami memang membatasi pembelian tiket KA selama Lebaran. Hal ini untuk mengantisipasi praktik percaloan tiket, karena satu orang maksimal bisa membeli empat tiket saja,” ujar Penanggung Jawab Reservasi dan Loket Stasiun Besar Madiun, Hamzah, Senin (23/8).

Menurut dia, pembelian tiket yang tidak dibatasi, akan rawan terjadi percaloan. Oleh karena itu, pembatasan pembelian tiket berguna untuk mengantisipasi aksi borong tiket oleh calo yang ingin meraup keuntungan pribadi.

Meski demikian, lanjut Hamzah, pembatasan pembelian tiket ini masih fleksibel. Pasalnya, bisa saja seseorang membelikan anggota keluarganya yang lebih dari empat.
“Untuk itu, petugas harus hati-hati dan melihat dulu apakah dia calo atau tidak dengan mengamati penampilan dan gerak-geriknya,” kata dia.

Selain melakukan pembatasan penjualan tiket, pihak stasiun juga dibantu kamera CCTV yang terpasang di beberapa lokasi untuk memantau aksi percaloan atau tindakan kriminal lainnya.

Pihak Daop VII Madiun juga berencana memberikan hadiah Rp 300.000 bagi masyarakat yang mengetahui dan melaporkan praktik percaloan.

Hamzah menambahkan bahwa hingga hari ini, tiket arus mudik dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta ke Madiun kelas bisnis dan eksekutif untuk H-9 hingga H-2 sudah terjual. Hal ini dapat dipantau dari reservasi “online” yang telah dapat dilakukan pada 30 hari sebelum jadwal keberangkatan kereta.

Meski tiket sudah habis, pihaknya tetap menyediakan tiket untuk gerbong tambahan saat hari H keberangkatan kereta.

“Beberapa kereta memang akan ditambah gerbongnya, sedangkan tiketnya akan dijual saat hari H jadwal kereta berangkat. Dengan waktu yang singkat itu, calo akan kesulitan memborong atau menjual tiket ke calon penumpang,” kata Hamzah.

ant/rif

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…