Senin, 23 Agustus 2010 23:03 WIB Sragen Share :

Bendung Karanganom tertutup endapan

Sukonodo (Espos)--Bendung Karanganom yang berada di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono tertutup endapan alias sedimen.

Endapan di bendungan itu mencapai sedikitnya 80% dari total volume bendungan yang luasnya lebih dari 10 hektar (ha). Lahan bendungan itu sudah mangkrak belasan tahun.

Saat ini, seratusan warga di desa itu memanfaatkan lahan untuk bertani padi maupun palawija. Warga enggan pindah sehingga bendungan tetap mangkrak hingga belasan tahun.

Mantri Tani Kecamatan Sukodono, Paiman SP mengatakan Bendung Karanganom sebenarnya mampu mengairi lahan pertanian di lima desa sekitar, yakni Majenan, Pantirejo, Bendo, Newung dan Karanganom sendiri.

Apalagi, saat ini bangunan bendungan masih dalam kondisi baik. Termasuk kondisi saluran air sepanjang hampir 7 kilometer (km) juga dalam kondisi baik.

“Tapi kami kurang tahu masalahnya apa, yang jelas saat ini petani menggunakan sedimen di dalam bendungan untuk bertani. Sebenarnya kalau dikeruk sedimennya, bendungan bisa berfungsi lagi. Pernah akan diusulkan, tapi tidak jadi,” jelas Paiman, didampingi Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sukodono, Darnianto SP, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/8).

tsa

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…