Senin, 23 Agustus 2010 21:59 WIB Wonogiri Share :

Bantuan 50 ekor sapi di Giritontro ditolak warga

Wonogiri (Espos)–Bantuan sebanyak 50 ekor sapi dari sebuah lembaga non pemerintah bagi warga jamaah pengajian di Kecamatan Giritontro ditolak karena tidak mampu menyediakan kandang dan fasilitas lainnya. Selain itu, ada dugaan warga kapok dengan bantuan serupa dari pemerintah yang dinilai kerap menyulitkan mereka.

Salah satu anggota jamaah pengajian, Sariman, yang kebetulan menjabat Camat Giritontro saat bantuan sapi itu digulirkan, mengatakan pengajuan bantuan sapi itu sudah terlanjur disetujui oleh pihak pemberi bantuan dan tidak mungkin ditarik kembali. Rencananya, sapi-sapi itu akan diserahkan sebelum Lebaran 2010 ini.

Ya akhirnya terpaksa saya sendiri yang memelihara sapi-sapi itu. Saya sendiri yang mencarikan lahannya, membuatkan kandangnya, mencari pegawai untuk merawatnya, dan semuanya,” jelas warga asli Giritontro yang sejak beberapa bulan lalu menjabat Camat Paranggupito ini, saat ditemui wartawan di Wonogiri, Senin (23/8).

Sariman mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar warga jamaah pengajian mau menerima dan memelihara bantuan sapi itu. Bahkan sudah pernah diadakan sayembara bagi yang berminat. Namun, semua upaya itu tidak berhasil.

Menurut Sariman, hal itu sangat disayangkan karena program bantuan itu sebenarnya akan sangat membantu. Warga tinggal menyediakan kandang dan menggemukkan sapi-sapi itu. Pakannya akan dipasok oleh pihak pemberi bantuan.

Selain itu, lanjut Sariman, harga jual sapi itu juga tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya harga di pasaran. Pasalnya, sapi-sapi itu setelah digemukkan akan dibeli kembali oleh pihak pemberi bantuan, dan setiap pembelian akan diganti dengan jumlah yang sama. Harganya sudah ditetapkan senilai Rp 23.000/kg sapi hidup.

“Masalahnya hanyalah biaya untuk membuat kandang. Pihak pemberi bantuan mensyaratkan kandang yang sesuai standar dan biaya yang diperlukan paling tidak sekitar Rp 1,5 juta per kandang untuk satu ekor sapi,” jelas Sariman.

Menurut Sariman, bantuan sapi itu tidak hanya diterima oleh jamaah pengajian di Kecamatan Giritontro, tetapi juga kecamatan-kecamatan lain yang ikut mengajukan proposal. Masing-masing kecamatan mendapatkan 50 ekor sapi.

“Tapi saya tidak tahu bagaimana kondisi di kecamatan-kecamatan lain. Satu hal yang jelas bantuan ini tidak disalurkan melalui birokrasi. Tapi di Giritontro, masyarakat enggan karena sudah sering dikecewakan dengan bantuan serupa dari pemerintah,” kata Sariman.

shs

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian…