Senin, 23 Agustus 2010 23:00 WIB Boyolali Share :

58 Desa di Boyolali adakan pemilihan perangkat desa

Boyolali (Espos)–Sebanyak 58 desa dari 267 desa yang ada di Boyolali serentak menggelar pemilihan perangkat desa. Pemilihan itu dilakukan oleh masing-masing desa.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setda Boyolali, Totok Eko YP mengatakan desa-desa yang menggelar pemilihan itu sebagian besar  untuk memiliki kepala dusun (Kadus) dan sejumlah Kaur yang telah habis masa jabatannya. “Kegiatan itu dilakukan secara otonom oleh masing-masing desa. Sehingga, pengisian jabatan itu tergantung dari kebutuhan masing-masing desa,” ujarnya kepada Espos, Senin (23/8).

Totok mengatakan dalam pengisian jabatan itu, pihak Pemkab hanya sebagai fasilitator penyelenggaran. Sehingga, seluruh kegiatan ditanggung oleh pihak desa. Pasalnya, nantinya pengisian jabatan perangkat desa itu didasarkan pada SK dari masing-masing kepala desa (Kades). “SK itu berasal dari Kades. Sehingga tergantung dari masing-masing desa dalam mengisi, termasuk jumlah Kadus yang terpilih,” paparnya.

Mengenai jabatan Kades, Totok mengatakan hingga saat ini masih ada dua jabatan Kades yang kosong. Kedua Kades yang kosong itu masing-masing Desa Sendangrejo, Klego dan Desa Jenengan, Sawit. Menurut Totok kekosongan Desa Sendangrejo itu terjadi karena Kades meninggal dunia. Sedang, untuk Desa Jenengan, Sawit, dikarenakan kades diangkat menjadi PNS.

“Direncanakan dalam tahun ini pengisian jabatan Kades bisa dilaksanakan. Untuk Desa Sendangrejo direncanakan akan dilaksanakan 20 September mendatang. Sedang Desa Jenengan masih menunggu dari panitia pemilihan,” tukasnya.

fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…