Senin, 23 Agustus 2010 10:13 WIB News Share :

345 WNI tunggu hukuman mati di Malaysia

Jakarta–Sebanyak 345 Warga Negara Indonesia saat ini tengah menunggu hukuman mati di Malaysia. Mereka dituduh terlibat berbagai kasus pidana, mulai dari kepemilikan narkotika sampai tindakan kriminal berat lainnya.

“Kasus ini baru dilaporkan, mudah-mudahan ada jalan keluarnya,” kata Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief, seperti dikutip dari akun twitternya @andiariefnew, Senin (23/8).

Menurut Andi Arief, pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, pemerintah RI pernah melakukan lobi diplomatik untuk satu WNI yang akan dihukum mati pemerintah Malaysia. “Ketimbang konflik perbatasan, perjuangan atas 345 WNI yang akan dihukum mati ini jauh lebih panjang,” katanya.

Asisten Andi Arief, Akuat Supriyanto, menambahkan penanganan kasus 345 WNI yang terancam hukuman mati itu nantinya akan berada di tangan Kementerian Luar Negeri. “Staf khusus akan memberi masukan ke Presiden dan Kementerian Luar Negeri,” katanya.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…