Minggu, 22 Agustus 2010 14:59 WIB Sport Share :

Zidane menyesal tak pernah main dengan Scholes

Manchester — Zinedine Zidane pernah menyebut bahwa Paul Scholes adalah salah satu gelandang terbaik di generasinya. Belakangan Zidane mengaku menyesal tak pernah bermain satu tim dengan Scholes.

Scholes kini sudah berusia 35 tahun dan telah memasuki senja karirnya sebagai pesepakbola. Kendati fisiknya sudah tak sehebat kala ia berumur 20-an, Scholes dinilai masih punya insting bagus.

Terbukti Sir Alex Ferguson kini lebih memercayainya untuk bermain lebih ke dalam. Dari sana Scholes pun leluasa melepaskan operan, dan dalam dua laga terakhir–di Community Shield dan kala melawan Newcastle United– beberapa operannya berujung menjadi gol.

Melihat sentuhan Scholes belum hilang, Zidane pun masih sama kagumnya seperti dulu. Maka, pujian sekali lagi keluar dari mulutnya.

“Wajar apabila Anda memilih pemain terbaik menurut Anda dan bagi saya, tak diragukan lagi, Paul Scholes masih punya kelas tersendiri,” ujar Zidane seperti dilansir ESPN Star.

“Dia hampir tak tersentuh. Saya tak pernah lelah melihatnya dia bermain. Jarang ada seorang pesepakbola yang komplet, tapi Scholes nyari sampai ke sana.”

“Salah satu penyesalan saya adalah tak punya kesempatan bermain satu tim dengannya selama karir saya,” tukas Zidane.

Selama karirnya dulu, Zidane pernah beberapa kali menghadapi Scholes, dan pria Prancis itu menyebut The Ginger Prince adalah salah satu lawan terberatnya.

“Dia adalah lawan yang tangguh. Anda tak bisa membawa bola lama-lama jika ada dia. Dia akan menjaga Anda dan seperti membuat permainan Anda tidak nyaman,” tukasnya.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…