Minggu, 22 Agustus 2010 11:21 WIB Sukoharjo Share :

Sidak, tim gabungan sita daging busuk

Sukoharjo (Espos)–Sedikitnya satu kuintal daging busuk disita tim gabungan Pemkab Sukoharjo, Minggu (22/8). Daging busuk tersebut disita dari hasil temuan inspeksi mendadak (Sidak) dari sebuah tempat penjual daging di Ngabeyan, Kartasura.

Sidak yang digelar Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satpol PP dan juga aparat kepolisian Sukoharjo tersebut dimulai sekitar pukul 03.30 WIB dengan menelusuri pedagang dari di dekat Pasar Kartasura. Kepala Disperindag Sukoharjo, Supangat mengatakan, pihaknya terpaksa menyita daging busuk dari sebuah kios di Desa Ngabeyan milik Praptono lantaran khawatir daging tersebut akan dijual kepada pembeli.

Daging busuk yang disita menurutnya, ditemukan dalam sebuah freezer di dalam kios daging dalam keadaan sudah bau. “Total ada sekitar satu kuintal daging busuk yang kami sita. Semuanya tidak layak dikonsumsi, makanya kami sita dan akan dimusnahkan,” ujarnya kepada wartawan, seusai Sidak.

Dia menambahkan, Sidak kali ini digelar dalam rangka memantau peredaran daging selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Selain menemukan daging busuk, pihaknya juga menemukan sejumlah pedagang yang menjual hati daging yang dipenuhi cacing hati. “Walaupun ada cacing hati, namun secara umum daging yang berada di kompleks pasar Kartasura layak dikonsumsi. Ada juga pedadang yang masih mencampur daging kemarin dengan daging segar,” ujarya.

Sementara itu, Praptono mengaku, daging busuk tersebut merupakan sisa daging yang tidak habis terjual. “Karena dagingnya sisa jadi saya tumpuk di freezer,” ujarnya.

ufi

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…