Minggu, 22 Agustus 2010 20:28 WIB Sragen Share :

Rambu mati perempatan Gemolong disoal

Sragen (Espos)–Rambu lalu lintas di perempatan Gemolong disoal, lantaran tidak berfungsi dalam waktu lama. Tidak berfungsinya rambu dinilai membuat arus lalu lintas di lokasi tersebut semrawut.

Selain itu, tidak adanya rambu lalu lintas, yang diperparah pemasangan baliho berukuran sangat besar berpotensi menyebabkan kecelakaaan. Apalagi, perempatan itu berdekatan dengan rel kereta api, sehingga membuat konsentrasi pengemudi terpecah. Warga setempat yang tinggal tak jauh dari lokasi, Budi Purnomo menyebutkan kondisi perempatan Gemolong yang semrawut dikeluhkan warga di sekitar kediamannya.

“Ada traffic light tapi tidak berfungsi. Kalau dari warga, harapannya, tidak perlu traffic light lah, cukup peringatan hati-hati saja. Dengan lampu kuning, atau apa. Banyak kecelakaan terjadi akibat tidak adanya tanda bahaya itu,” tutur Budi, saat ditemui Espos di lokasi setempat, akhir pekan lalu.

Budi menambahkan, di perempatan Gemolong juga terpasang dua baliho berukuran besar di sisi utara jalan. Dia menilai, pihak dinas terkait harus secepatnya mengatasi permasalahan di lokasi tersebut. Disamping menambah rambu peringatan, pihak dinas terkait juga harus melarang pemasangan baliho di lokasi tersebut, dengan pertimbangan membahayakan pemakai jalan.

Pernyataan Budi, dibenarkan warga Tegal Dowo, Gemolong, Slamet Wiyono. Menurut Slamet, lalu lintas di perempatan Gemolong memang semrawut karena tidak ada rambu yang mengatur. “Kalau pagi, padat sekali, pas anak-anak masuk sekolah. Ditambah sekarang ada baliho besar itu, makin bikin semrawut saja. Perlu ada tindakan,” tandasnya, saat ditemui, Minggu (22/8).

tsa

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…