Minggu, 22 Agustus 2010 10:52 WIB News Share :

Ortu Paskibraka akan pidanakan masalah pelecehan

Jakarta–Lauren Junaedi, salah seorang orang tua Paskibraka yang dilecehkan seniornya, menegaskan akan membawa masalah ini ke jalur hukum.

Selain itu, dia meminta agar Ketua Tim Investigasi Purna Paskibra Indonesia (PPI), M Mahdi dipecat dari PPI. “Saya tidak mewakili siapapun, selain anak saya. Saya akan bawa kasus ini ke ranah hukum. Entah itu pidana atau perdata,” ujar Lauren, Minggu (22/8).

Lauren menilai hasil investigasi PPI bertolak belakang dengan fakta yang terjadi. Mereka cenderung untuk melindungi para pelaku pelecehan tersebut. Inilah salah satu alasan, Lauren meminta agar Ketua Tim Investigasi PPI, M Mahdi, harus dipecat.

“Masa dikatakan anak-anak buka baju sendiri, bukan diperintah seniornya. Ini tidak masuk akal, buat apa buka baju segala,” bebernya.

Selain itu, Lauren pun merasa kesal dengan upaya beberapa orang PPI yang mengumpulkan para Paskibraka tersebut untuk memaksa mereka menandatangani surat bermaterai yang menyatakan tidak pernah ada kejadian pelecehan tersebut. Menurutnya upaya pembungkaman seperti ini tidak bisa diterima.

Lauren menambahkan, dirinya pun pernah dihubungi salah seorang anggota PPI. Orang itu mengiming-imingi dirinya jika tidak meributkan kasus ini, maka anaknya akan diberi jabatan di PPI. “Dia mau sogok saya. Dia bilang nanti jabatan anak saya bagus, dekat dengan presiden. Tapi saya bilang dengan tegas, no!” ungkap dia.

Saat ini Lauren mengaku masih mengumpulkan bukti-buki untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. “Kasus ini harus tuntas,” tegasnya.

dtc/ tiw

lowonga kerja
lowongan kerja penerbit duta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…