Minggu, 22 Agustus 2010 22:27 WIB Wonogiri Share :

Mulai tanam, petani Kaliancar keluhkan serangan keong

Wonogiri (Espos)–Petani di wilayah Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri mengeluhkan serangan keong mas yang mulai merebak pada awal musim tanam (MT) III, Agustus ini.

Meski sudah biasa terjadi, serangan keong itu cukup merepotkan dan membuat khawatir. Pantauan Espos, Minggu (22/8) pagi, areal persawahan di kiri kanan Jl Raya Wonogiri-Solo wilayah Kelurahan Kaliancar, Selogiri ramai oleh petani yang tengah menanami lahan mereka. Meski diimbau untuk sementara tidak menanam padi untuk memutus siklus wereng yang menyerang pada MT II lalu, hampir semua petani di wilayah itu tetap menanam padi.

Alasannya, air dari Waduk Krisak masih melimpah sehingga sayang kalau ditanami palawija yang lebih cocok ditanam di lahan kering. “Di wilayah ini hampir semuanya menanam padi, tapi dari jenis benih yang lebih tahan seperti Ceherang, Mekongga, atau Inpari. Soalnya air masih melimpah,” ungkap salah seorang petani, Edi Catur, saat ditemui Espos, di sela-sela menanam padi, Minggu.

Sejauh ini, Edi menuturkan belum ada tanda-tanda serangan wereng. Benih yang disemai juga bebas dari hama itu. Hanya, dia mengaku cukup direpotkan dengan keong-keong yang mulai menyerang.

“Sebenarnya keong mas merupakan hama yang rutin kami hadapi setiap musim tanam. Tapi kami tetap harus hati-hati jangan sampai tanaman kami habis oleh keong, dan ini cukup merepotkan. Kami harus sering-sering mengecek lahan dan membuang keong-keong itu,” kata Edi.

Senada disampaikan Sukini. Petani asal Kelurahan Kaliancar ini mengungkapkan biasanya keong menyerang batang tanaman. “Misalnya hari ini tanam, maka besok sudah harus diperiksa. Kalau ada keong harus segera di buang,” kata Sukini.

Terpisah, Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Selogiri, Marija, saat dihubungi Espos, Minggu, mengungkapkan untuk antisipasi serangan wereng, para petani diharapkan sedini mungkin mendeteksi kemudian melakukan pemberantasan. Demikian pula dengan serangan keong mas. “Mudah-mudahan hujannya tidak sesering waktu MT II lalu, sehingga padi tidak terserang wereng,” imbuhnya.

shs

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…