Minggu, 22 Agustus 2010 13:19 WIB Solo Share :

Lebaran, car free day dipastikan tidak berlaku

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan tidak akan memberlakukan hari bebas kendaraan atau car free day pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2010 nanti.

Hal itu dimaksudkan agar tidak mengganggu kenyamanan para pemudik yang melintasi Kota Solo melalui Jl Slamet Riyadi. Hal tersebut ditegaskan Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) ketika ditemui wartawan, Minggu (22/8). Jokowi menjelaskan keputusan untuk tidak memberlakukan car free day tersebut diambil dengan pertimbangan Jl Slamet Riyadi yang selama beberapa bulan terakhir ini digunakan sebagai kawasan car free day merupakan jalur utama arus mudik, sehingga dipastikan akan banyak dilalui berbagai macam kendaraan seperti angkutan umum, bus hingga sepeda motor. “Dari kajian dengan Dishub (Dinas Perhubungan-red), jalur car free day akan dibuka sementara pada H-7 hingga H+7 Lebaran,” terang Jokowi.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dishub Kota Solo, Yosca Herman Sudrajad. Jokowi menambahkan pada masa Lebaran nanti diperkirakan rata-rata orang akan fokus pada mudik daripada memanfaatkan kebijakan yang baru diambil beberapa bulan itu. Sehingga Jokowi menilai keputusan tidak memberlakukan car free day pada masa mudik dan arus balik itu bukan merupakan kebijakan yang asal-asalan. Hal itu, lanjutnya, adalah sebuah keputusan konkrit dan tidak akan banyak berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat pada masa tersebut.

sry

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…