Minggu, 22 Agustus 2010 21:30 WIB Sragen Share :

Jalur alternatif di Sragen rusak

Sragen (Espos)–Sejumlah jalur alternatif di Kabupaten Sragen rusak menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. Kerusakan jalan itu dikhawatirkan menghambat kelancaran arus mudik dan balik.

Di antara jalur alternatif yang terpantau rusak adalah Jl Gemolong-Plupuh yang menghubungkan Kecamatan Gemolong dan Plupuh. Sepanjang hampir 1 kilometer (km) jalan tersebut rusak. Selain itu, jalur alternatif Kalijambe-Plupuh juga rusak parah. Jalan berlubang dan bergelombang sepanjang sekitar 5 km.

Warga Tegal Dowo, Gemolong, Slamet Wiyono mengatakan kerusakan jalan di sepanjang Jl Gemolong-Plupuh sudah dirasakan warga dalam beberapa bulan terakhir. Sebenarnya warga sudah berinisitif menutup jalan dengan batu atau padas. Namun, kondisi jalan tak juga membaik. Bahkan, Slamet kerap menjumpai terjadi kecelakaan karena pengendara menghindari jalan rusak.

“Kadang dari arah Gemolong, yang muda-muda itu, pilih jalan bagus jadi ke arah kanan, arah yang berlawanan. Padahal dari timur atau Plupuh kendaraan melaju kencang. Ini kan bahaya. Bagaimana nanti kalau arus mudik, jalan itu pasti ramai sekali,” ungkap Slamet, saat dijumpai Espos, di kediamannya, Minggu (22/8).

Menurut Slamet, Jl Gemolong-Plupuh merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen. Untuk itu, menjelang arus mudik tahun ini, pihaknya berharap DPU segera memperbaiki jalan. Paling tidak, tandasnya, untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui para pemudik

Sementara itu, kerusakan jalur alternatif Kalijambe-Plupuh dikeluhkan pengguna jalan, warga Sragen, Aditya Putra. Dia menilai Jl Kalijambe-Plupuh sangat tak layak karena berlubang, bergelombang dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengemudi sepeda motor. Panjang jalan yang rusak, diperkirakan dia mencapai 5 km. Aditya berharap instansi terkait segera memperbaiki jalan itu, sehingga dapat dilalui pengguna jalan, khususnya para pemudik.

“Jalan itu rusak parah. Berlubang dan bergelombang, ada kalau 5 km. Orang yang tidak tahu jalan pasti memilih jalur alternatif itu, padahal kondisinya rusak parah,” tegas Aditya.

tsa

lowongan kerja
lowongan kerja BMT DINAR MULYA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Generasi Y dalam Birokrasi

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (13/6/2017). Esai ini ditulis oleh Tiyas Nur Haryani, dosen di Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah tiyasnur@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Belum banyak tulisan dan penelitian…