Minggu, 22 Agustus 2010 16:45 WIB Boyolali Share :

Disnakertransos
H-7 lebaran batas akhir pembayaran THR

Boyolali (Espos)–Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Boyolali Sugianto mengatakan menjelang lebaran, perusahaan diwajibkan untuk memberikan tunjangan hari raya (THR).

Tunjangan itu, jelasnya harus mengacu pada SE Bupati Nomor 561/16/2010 tentang THR, surat Gubernur Nomor 567/16/324 tertanggal 12 Agustus 2010 dan Permenakertrans Nomor 4/1994 Pasal 2 ayat 1 tentang pemberian THR. “Dalam Permenakertrans disebutkan bahwa pekerja yang memiliki masa kerja 12 bulan terus menerus memperoleh THR sebesar 1 kali upah sebulan. Sedang pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari setahun diberikan secara proporsional,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (21/8).

Sugianto menambahkan dengan aturan itu, pihaknya berharap perusahaan untuk segera memberikan THR maksimal sepekan sebelum lebaran. Meski demikian, imbuh Sugianto, bila perusahaan keberatan, pihaknya akan melakukan mediasi antara pihak pengusaha, pekerja dan serikat pekerja. “Mediasi itu misalnya memberikan THR sesudah lebaran atau yang lain. Terpenting ada kesepakatan dengan seluruh pekerja,” papar dia.

Menurut Sugianto, pihaknya telah melayangkan SE ke seluruh perusahaan yang ada di Boyolali, terkait pemberian THR. Sementara, dari pantauan Disnakertransos, hingga saat ini belum ada perusahaan di Boyolali yang mengeluhkan tentang pemberian THR kepada pekerjanya.

fid

lowongan kerja
lowongan kerja Sumber baru rejeki, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pengelolaan Mudik Lebih Baik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (7/7/2017). Esai ini karya Rahmi Nuraini, alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah rahminoer@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Mudik Lebaran telah usai. Banyak kalangan menyebut pelaksanaan dan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun…