Minggu, 22 Agustus 2010 04:30 WIB Sukoharjo Share :

Diduga korban pembunuhan berantai, anggota Kopassus dibunuh

Sukoharjo (Espos)–Seorang anggota Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Kopda Santoso diduga menjadi korban pembunuhan berantai yang dilakukan seorang tukang pijat, di Kragilan, Kartasura, Sukoharjo.

Korban ditemukan di rumah tersangka Yulianto, Sabtu (21/8).

Sri Kustati, 50, warga RT 2/RW IX Sorogenen Boyolali yang mengenal tersangka Yulianto, mengatakan kejadian yang sudah terjadi sekitar 14 hari lalu awalnya sudah dicurigai oleh istri tersangka.

Menurut Sri yang mendengar pengakuan istri tersangka, saat korban dipijat, istri tersangka sempat mendengar keributan antara Yulianto dan korban. Namun, kala itu alasan Yulianto sedang mengobati korban yang sedang kesurupan.

“Setelah keributan berhenti, isterinya tahunya korban tidur,” ujarnya saat dijumpai Espos di sekitar rumah tersangka, Kragilan, Pucangan, Kartasura Sukoharjo, Sabtu (22/8) malam.

Sri mengatakan dalam kesehariannya Yulianto bekerja sebagai buruh serabutan. Namun, ia juga dikenal sebagai tukang pijat.

“Kalau kesehariannya kurang sesrawungan dengan tetangga. Dan setahu saya, dia suka berkunjung ke tempat-tempat keramat,” ungkapnya.

Sri sendiri mengaku pernah beberapa kali diajak ayah tiga anak itu mengunjungi tempat-tempat keramat.

Menurutnya, pembunuhan tersebut diduga ada kaitannya dengan kebiasaan Yulianto mengunjungi tempat keramat.

“Saudara saya juga pernah ada yang diajak kungkum di beberapa tempat,” katanya.

Terungkapnya kejadian tersebut, kata Sri memunculkan dugaan jika masih ada korban lain yang dibunuh oleh Yulianto. Pasalnya, sejumlah orang yang datang pijat ke sana diketahui hilang.

“Diperkirakan sampai delapan orang,” ujarnya.

Kapolsek Kartasura AKP Wahyu Broto mewakili Kapolres Sukoharjo  AKBP Suharyono, ketika dihubungi Espos, Sabtu (21/8) malam mengatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut.

Sementara, sumber Espos di Kopassus menyebutkan kejadian Sabtu malam itu bermula dari hilangnya anggota kopassus selama enam hari. Setelah ditelusuri, anggota Kopassus yang hilang itu didapati sudah terkubur di rumah salah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang pijat.

Sumber Espos tersebut juga menyebutkan korban yang diduga dibunuh oleh tukang pijat itu tak hanya anggota Kopassus.

“Ada beberapa orang lain yang juga diduga menjadi korban tukang pijat itu,” ujar sumber tersebut, ketika dihubungi Espos, Sabtu malam.

Tim Espos

lowongan kerja
lowongan kerja Graha Printama Selaras (GPS), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Bukan Penerus Sastra Jawa Modern

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (22/7/2017). Esai ini karya Bisri Nuryadi, seorang guru Bahasa Jawa dan pembaca setia Rubrik Jagad Jawa Solopos. Alamat e-mail penulis adalah bisrinuryadi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Wong Jawa patut berterima kasih kepada Ki Padmasusastra (1843-1926), bapak…