Sabtu, 21 Agustus 2010 12:18 WIB Hukum Share :

Wartawan TV tewas ditusuk saat meliput bentrok warga

Jakarta–Seorang wartawan televisi, Ridwan Salamun, tewas ditusuk dan dikeroyok warga ketika sedang meliput bentrokan warga di Tual, Maluku Tenggara.

Menurut Sandi Salamun, sepupu korban, peristiwa itu terjadi di perbatasan Desa Sidatan dan Desa Banda Heli, Kecamatan Dulah Utara, Sabtu (21/8) sekitar pukul 07.30 WIT tempat terjadinya bentrok antarwarga.

“Lokasi kejadiannya nggak jauh dari rumah Ridwan, cuma sekitar 50 meter,” kata Sandi. Bentrokan terjadi antara warga Desa Sidatan dan Desa Banda Heli.

Sandi mengatakan, begitu bentrokan terjadi, Ridwan langsung menuju lokasi kejadian dan meliputnya. Namun saat sedang mengambil gambar, tiba-tiba warga Desa Sidatan, salah satu pihak yang bertikai, mendatanginya.

“Ridwan ditusuk dan dipukul tanpa bisa melawan. Akhirnya dia terkapar di lokasi,” kata Sandi.

Keluarga Ridwan yang mengetahui peristiwa itu sudah berusaha menolong Ridwan. Namun warga Sidatan terus menghalangi. “Kami tidak boleh mengevakuasi korban. Ridwan terkapar di lokasi sekitar dua jam,” ungkap Sandi.

Akhirnya Sandi menghubungi polisi setempat untuk meminta pertolongan. Saat bentrok terjadi, polisi tidak ada di lokasi. Polisi baru datang saat keluarga melaporkan peristiwa itu. Ridwan baru bisa ditolong sekitar pukul 10.00 WIT dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Sampai di rumah sakit ternyata dinyatakan sudah meninggal,” kata Sandi.

Sandi mengatakan, selain membunuh Ridwan, warga Desa Sidatan juga mengambil kamera video yang digunakan Ridwan untuk meliput. Padahal saat bertugas, Ridwan memakai ID Pers.

“Waktu di rumah sakit, ID Pers-nya masih menempel,” kenang Sandi.

Ditambahkan Sandi, pria 28 tahun itu meninggalkan seorang istri dan satu anak laki-laki yang berusia 3,5 tahun. Saat ini jenazah Ridwan diterbangkan ke Ambon untuk dimakamkan. Keluarga berharap, polisi mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Permintaan istri dan orang tuanya, jenazahnya diterbangkan ke Ambon,” kata Sandi.

dtc/rif

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…