Sabtu, 21 Agustus 2010 00:13 WIB Ekonomi Share :

Stok elpiji ditambah, ada indikasi penyimpangan distribusi

Solo (Espos)–Stok di sejumlah agen elpiji 3 kilogram berlebih. Sehingga, ada beberapa perilaku agen yang akhirnya melakukan distribusi elpiji 3 kilogram dengan sedikit menyimpang.

Jumlah stok yang berlebih itu disebabkan adanya penambahan alokasi elpiji 3 kilogram dari Pertamina sampai 100% di masing-masing agen.

Padahal, rencana yang pernah disampaikan ada penambahan alokasi fakultatif sebesar 25% dan 50% pada akhir pekan.

Perhitungan alokasi tambahan elpiji 3 kilogram selama bulan Puasa yang
sebelumnya disepakati Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas
(Hiswana Migas) Solo dan juga direncanakan Pertamina, meleset.

Wakil Koordinasi Pengawas Rayonisasi Elpiji 3 kilogram Hiswana Migas
Solo, Pandu, saat ditemui Espos di kantor Hiswana Migas, Jumat (20/9), menyampaikan indikasi penyimpangan distribusi itu terjadi di wilayah Sukoharjo.

“Ada agen yang mengalami stok berlebih, dan dari pada diduga menimbun, akhirnya mendistribusikan elpiji tersebut ke pangkalan-pangkalan tidak resmi dan terjadi deviasi distribusi. Tapi ini baru indikasi,” tutur Pandu.

Pengurus Hiswana Migas, Andi Firman, pun menyampaikan demikian. Tren
penjualan elpiji 3 kilogram pada bulan Puasa ini di luar prediksi.

Bahkan, berbeda dengan pola konsumsi minyak tanah, yang setiap bulan
Puasa atau dari awal bulan Puasa sudah mengalami peningkatan sekitar 10%.

Dengan penambahan alokasi fakultatif elpiji 3 kilogram, diakui Andi, ada
beberapa agen yang keberatan. Karena penambahannya mencapai 100%.

“Tadi (hari ini-red) kami sudah sampaikan ke Pertamina khususnya Gasdom
Regional II, agar saat akan melakukan penambahan alokasi elpiji 3 kilogram, Hiswana Migas diajak bicara dulu. Dan katanya, penambahan itu dilakukan sebagai cadangan antisipasi lonjakan konsumsi menjelang Lebaran.”

haw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…